Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan saat memberikan press statement di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparanSatpol PP DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan dari upaya penertiban pedagang saat Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (24/5).Hal ini disampaikan usai beredarnya video penertiban terhadap seorang pedagang es krim oleh petugas Satpol PP. Dalam video yang juga beredar, terlihat terjadi perselisihan antara petugas dan warga lainnya.“Kami Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan keresahan yang dirasakan masyarakat,” tutur Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, dalam keterangannya.“Kami memahami bahwa kejadian tersebut menimbulkan perhatian publik dan menjadi masukan penting bagi kami dalam menjalankan tugas di lapangan,” sambungnya.Gunawan menyebut penertiban itu telah sesuai ketentuan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Dalam ketentuan tersebut, pedagang tidak diperbolehkan berjualan di jalur HBKB.“Kegiatan berjualan tidak diperbolehkan di sepanjang jalur utama HBKB demi menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan masyarakat yang sedang beraktivitas maupun berolahraga,” ucap Gunawan.Selain itu, Gunawan juga menyoroti cara penertiban yang dilakukan oleh petugas. Katanya, pendekatan humanis, komunikasi yang baik, dan sikap persuasif seharusnya lebih dikedepankan.“Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan lebih bijak, profesional, dan mengedepankan empati kepada masyarakat,” tandasnya.Terakhir, ia berterima kasih kepada masyarakat karena telah memberikan perhatian terhadap pelayanan publik. Ia menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga ketertiban dengan pendekatan humanis.“Kami mengucapkan terima kasih atas kritik, saran, dan perhatian yang diberikan masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pelayanan publik yang lebih baik,” ungkap Gunawan.“Satpol PP DKI Jakarta akan terus berkomitmen menjaga ketertiban dengan pendekatan yang humanis,” tutupnya.