Imbas Perang di Iran, 27 Negara Ajukan Dana Darurat ke Bank Dunia

Wait 5 sec.

Ilustrasi World Bank. Foto: ShutterstockSebanyak 27 negara mengajukan pendanaan darurat ke Bank Dunia akibat perang yang terjadi di Iran. Berdasarkan laporan Reuters, Bank Dunia tidak menyebutkan nama negara dan jumlah pendanaan yang diminta dalam dokumen internal itu. Meski demikian, Bank Dunia enggan untuk memberikan tanggapan.Dilansir Reuters, Minggu (24/5), sebanyak tiga negara yang sudah mendapatkan persetujuan untuk pencairan dana darurat. Sementara negara lainnya disebut masih dalam proses. Sebelumnya, salah seorang pejabat di Kenya dan Irak telah mengkonfirmasi bahwa mereka mengajukan pendanaan darurat ke Bank Dunia untuk mengatasi lonjakan harga bahan bakar yang menghantam keuangan negara. Sebanyak 27 negara tersebut merupakan bagian dari 101 negara yang telah memiliki akses terhadap fasilitas pembiayaan atau pendanaan darurat yang telah disiapkan Bank Dunia. Di dalamnya juga terdapat 54 negara yang terdaftar dalam skema Rapid Response Option milik Bank Dunia.Personel keamanan dan penyelamatan berjaga di lokasi dampak serangan rudal Iran di Israel tengah, Sabtu (28/3/2026). Foto: Ammar Awad/REUTERSMelalui mekanisme tersebut, negara peminjam dapat segera mengalihkan hingga 10 persen dari sisa dana proyek yang belum dicairkan untuk kebutuhan darurat.Presiden Bank Dunia, Ajay Banga, pada bulan lalu mengatakan bahwa pihaknya memiliki skema pendanaan darurat yang bisa dicairkan, jumlahnya diperkirakan mencapai USD 20-25 miliar.Sementara itu dalam kesempatan lainnya, Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan, ada 12 negara yang saat ini berharap bantuan jangka pendek dari IMF senilai usd 20-50 miliar.Kevin Gallagher, direktur Pusat Kebijakan Pembangunan Global di Universitas Boston, mengatakan negara-negara lebih bersedia mencari dana Bank Dunia daripada bernegosiasi dengan IMF. Sebab menurutnya, program IMF umumnya membutuhkan langkah-langkah penghematan yang dapat memperparah kondisi sosial suatu negara, contohnya Kenya.