Balinale 2026 Dibuka, Terima 1.300 Pendaftaran Film dari Seluruh Dunia

Wait 5 sec.

Konferensi pers pembukaan Balinale 2026 di The Icon Sanur, Denpasar, Bali, Senin (1/6/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanBali International Film Festival alias Balinale 2026 resmi dibuka pada Senin (1/6). Festival film internasional yang berlangsung hingga 7 Juni 2026 ini menjadi ajang berkumpulnya sineas dari berbagai negara sekaligus ruang apresiasi bagi karya-karya perfilman dunia.Tahun ini, Balinale menghadirkan 94 film dari 38 negara yang akan diputar di sejumlah lokasi di kawasan Sanur, Bali, dengan pusat kegiatan berada di The Icon Bali Mall, Sanur.Founder dan Director Balinale, Deborah Gabinetti, mengatakan bahwa festival tahun ini mencatat rekor baru dari sisi jumlah pendaftaran film. Menurut Deborah, Balinale menerima sekitar 1.300 film yang didaftarkan untuk mengikuti festival.“(Di tahun ini), kami menerima sekitar 1.300 film yang didaftarkan, yang merupakan rekor bagi kami. Jadi ya, itu luar biasa,” ujar Deborah Gabinetti dalam konferensi pers pembukaan Balinale 2026 di Sanur, Bali, Senin (1/6).Konferensi pers pembukaan Balinale 2026 di The Icon Sanur, Denpasar, Bali, Senin (1/6/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanDeborah menilai kualitas film yang masuk tahun ini menjadi salah satu yang terbaik sepanjang sejarah penyelenggaraan Balinale.“Saya rasa ini mungkin merupakan pilihan film terbaik yang pernah kami miliki selama 19 tahun penyelenggaraan festival ini,” tuturnya.Ia juga menilai status Balinale sebagai festival yang memenuhi syarat untuk seleksi Academy Awards atau Oscar turut mendorong meningkatnya kualitas karya yang didaftarkan.“Kualitas ide-ide yang diajukan untuk festival tahun ini juga sangat baik. Saya juga berpikir bahwa status kami sebagai festival yang memenuhi syarat untuk Oscar (Oscar-qualified) turut berkontribusi terhadap hal tersebut,” lanjut Deborah.Dari total 94 film yang diputar selama festival berlangsung, sejumlah film akan bersaing dalam program kompetisi resmi. Program tersebut mencakup lima kategori, yakni Film Cerita Panjang, Film Dokumenter Panjang, Film Pendek Naratif, Film Pendek Dokumenter, dan Animasi Pendek.Pada kategori Film Cerita Panjang, empat film bersaing memperebutkan penghargaan utama, yaitu Mon Ami dari Tunisia, Aisha Can’t Fly Away dari Mesir, Death Drive dari Korea Selatan, dan Sound of Falling dari Jerman.Founder dan Director Balinale Deborah Gabinetti saat konferensi pers pembukaan Balinale 2026 di The Icon Sanur, Denpasar, Bali, Senin (1/6/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanSalah satu sorotan utama Balinale 2026 adalah status Oscar-qualifying yang melekat pada kategori film pendek. Pemenang kategori Film Pendek Naratif Terbaik, Film Pendek Dokumenter Terbaik, dan Animasi Pendek Terbaik akan dipertimbangkan dalam seleksi Academy Awards untuk kategori film pendek.Tahun ini, Balinale juga memperkenalkan penghargaan baru bertajuk Best Indonesian Short: Tapestry of Indonesia. Penghargaan tersebut dirancang untuk merayakan keberagaman cerita dan kreativitas sineas Indonesia.Sebanyak 26 film Indonesia turut meramaikan program festival tahun ini. Bagi Deborah, memperkenalkan talenta dan cerita Indonesia kepada dunia memang menjadi salah satu alasan utama dirinya mendirikan Balinale hampir dua dekade lalu.“Ketika pertama kali memulai festival ini, gagasan saya adalah bagaimana saya bisa semakin memperkenalkan ide-ide cerita Indonesia, kreativitas, dan talenta Indonesia kepada audiens yang lebih luas. 19 tahun lalu, film-film Indonesia belum banyak beredar atau dikenal di tingkat internasional,” jelasnya.“Jadi, itulah alasan pertama saya memulai festival ini, yaitu mengundang para pembuat film ke Indonesia agar mereka dapat merasakan langsung budaya Indonesia, bertemu dengan para sineas lokal,” lanjut Deborah.Balinale 2026 Resmi Dibuka. Foto: Dok. IstimewaBeberapa film Indonesia yang tampil dalam Balinale 2026 di antaranya Raminten Universe: Life is a Cabaret karya Nia Dinata, All We Need Is Time karya Teddy Soeriaatmadja, Lift karya Randy Chans, serta berbagai film pendek yang memperoleh status world premiere, international premiere, dan Asian premiere.Balinale 2026 dibuka dengan pemutaran film Euphoria karya Julian Rosefeldt. Film tersebut mengangkat sejarah kapitalisme dan bagaimana sistem tersebut terus memikat manusia dari masa ke masa.Bagi Deborah, Euphoria merupakan pilihan yang tepat untuk membuka festival tahun ini.“Bagi kami, ini adalah film yang cukup berani dan cukup berisiko untuk dipilih, baik dari cara pengambilan gambarnya maupun gaya penyampaiannya. Saya pikir film ini akan menjadi pilihan yang luar biasa untuk membuka festival,” tandasnya.Balinale 2026 akan berlangsung hingga 7 Juni mendatang di sejumlah lokasi di kawasan Sanur, Bali. Tiket festival masih tersedia dan dapat dibeli melalui situs resmi Balinale dengan harga mulai Rp 50 ribu untuk Single Film Pass hingga Rp 1,5 juta untuk VIP Pass.