Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara saat pertemuan dengan Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh Moawad dan Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter di Departemen Luar Negeri di Washington, DC, Selasa (14/4/2026). Foto: OLIVER CONTRERAS/AFPAmerika Serikat (AS) pada Minggu (31/5) mengusulkan gencatan senjata baru antara Israel dan Hizbullah sebagai upaya meredakan ketegangan yang kembali meningkat di perbatasan Lebanon-Israel.Usulan itu dibahas Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio saat berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menurut seorang pejabat AS yang dikutip Reuters, Senin (1/6).Pejabat AS tersebut mengatakan Washington mengajukan formula penghentian kekerasan secara bertahap."Sebagai langkah pertama, Hizbullah akan menghentikan seluruh serangan terhadap Israel, dan sebagai imbalannya Israel akan menahan diri untuk tidak melakukan eskalasi di Beirut," kata pejabat AS tersebut.Menurut sumber yang sama, Presiden Lebanon Joseph Aoun berupaya mendorong proposal itu. Namun Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menilai Israel juga harus mengambil langkah lebih dulu.Serangan udara Israel di desa Arnoun, Lebanon, Minggu (31/5/2026). Foto: AFPBerri, kata pejabat AS itu, menempatkan tanggung jawab pada Israel untuk menghentikan aksi "menembak lebih dulu" sebelum mengharapkan penghentian serangan dari pihak lain.Proposal AS muncul di tengah meningkatnya kembali konflik di Lebanon selatan. Dalam beberapa hari terakhir, Israel memperluas operasinya di wilayah tersebut, termasuk merebut Kastel Beaufort, benteng berusia 900 tahun sekaligus kawasan strategis yang selama ini diklaim digunakan Hizbullah untuk melancarkan serangan ke wilayah Israel.Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel maupun Hizbullah terkait usulan gencatan senjata baru yang diajukan Washington tersebut.