Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockBursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa (waktu setempat), didorong optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Namun, penguatan pasar tertahan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik terkait pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, serta upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.Dilansir Reuters, Rabu (3/6), indeks Dow Jones Industrial Average naik 228,91 poin atau 0,45 persen ke level 51.307,79. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 9,94 poin atau 0,13 persen menjadi 7.609,90, sedangkan Nasdaq Composite naik tipis 7,09 poin atau 0,03 persen ke posisi 27.093,90.Penguatan mayoritas sektor dalam indeks S&P 500 membantu menjaga pergerakan positif pasar. Dari 11 sektor utama S&P 500, sebagian besar ditutup di zona hijau. Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 bahkan mencatat kinerja lebih baik dibandingkan saham-saham berkapitalisasi besar.Sentimen AI masih menjadi pendorong utama pasar. Saham-saham berkapitalisasi kecil menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari antusiasme investor terhadap sektor AI. Indeks Philadelphia Semiconductor melonjak 5,9 persen.Sebaliknya, indeks Software & Services yang sempat tertekan dalam beberapa bulan terakhir akibat kekhawatiran disrupsi AI justru melemah 3,3 persen.Laporan keuangan yang kuat dari Hewlett Packard Enterprise (HPE) serta komitmen pendanaan dari Alphabet semakin memperkuat keyakinan investor terhadap ekspansi infrastruktur AI.“Kondisi pasar terlihat relatif datar di permukaan, tetapi sebenarnya banyak pergerakan signifikan yang terjadi di balik layar. Gambaran ini mencerminkan kondisi pasar sepanjang tahun ini,” kata Kepala Manajemen Portofolio Horizon Investments, Mike Dickson.Menurutnya, terdapat perbedaan kinerja yang sangat besar di seluruh ekosistem infrastruktur AI. Ia bahkan menilai pasar berpotensi mengalami reli kuat yang didorong momentum apabila sentimen positif terus berlanjut hingga akhir musim panas.Di sisi lain, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Media Iran melaporkan bahwa Teheran tengah mempelajari proposal dari Amerika Serikat untuk mengakhiri perang. Namun, Iran disebut belum melakukan kontak dengan Washington dalam beberapa hari terakhir dan mengambil sikap tegas karena menilai AS memiliki rekam jejak ketidakpatuhan terhadap berbagai kesepakatan sebelumnya.Secara bersamaan, Israel masih melanjutkan serangan ke Lebanon meski Iran memperingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi menggagalkan gencatan senjata yang masih rapuh.Konflik yang berlarut-larut telah mendorong lonjakan harga minyak dunia dan kembali memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) berpotensi menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, mengatakan kenaikan suku bunga dapat menjadi langkah yang diperlukan apabila tekanan inflasi yang sudah tinggi terus meningkat.Dari sisi ekonomi, data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan meningkat di luar perkiraan pasar. Kenaikan tersebut terutama didorong sektor jasa profesional dan bisnis yang dikenal cukup volatil.Meski demikian, aktivitas perekrutan, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan pengunduran diri pekerja sama-sama mengalami penurunan. Kondisi tersebut mengindikasikan perlambatan dinamika pasar tenaga kerja di tengah ketidakpastian akibat konflik Timur Tengah dan tekanan inflasi.Pelaku pasar kini menantikan laporan ketenagakerjaan AS periode Mei yang akan dirilis Jumat mendatang. Ekonom memperkirakan perekonomian AS menciptakan sekitar 85.000 lapangan kerja baru pada bulan lalu, melambat 26,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran diproyeksikan tetap berada di level 4,3 persen.Dari sisi emiten, saham Hewlett Packard Enterprise melesat 19,5 persen setelah perusahaan pembuat server AI tersebut mempercepat target keuangan jangka panjangnya dua tahun lebih cepat dari rencana sebelumnya.Alphabet mengumumkan rencana penggalangan dana senilai 80 miliar dolar AS melalui penawaran saham, termasuk investasi dari Berkshire Hathaway, guna mendukung ekspansi besar-besaran infrastruktur AI. Meski demikian, saham Alphabet justru turun 3,9 persen.Saham Marvell Technology melonjak 32,5 persen setelah CEO Nvidia Jensen Huang menyebut perusahaan tersebut berpotensi menjadi “perusahaan bernilai satu triliun dolar AS berikutnya” dalam ajang Computex di Taipei. Nvidia diketahui telah menginvestasikan 2 miliar dolar AS ke Marvell pada Maret lalu.Di sektor aset digital, penurunan harga bitcoin sebesar 5,7 persen menekan saham perusahaan kripto. Saham Coinbase turun 4,7 persen, sedangkan Strategy Inc merosot 9,2 persen.Investor juga menanti laporan keuangan Broadcom yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu.Dari sisi perdagangan, saham yang menguat di Bursa New York (NYSE) mengungguli saham yang melemah dengan rasio 1,52 banding 1. Tercatat 571 saham mencetak level tertinggi baru dalam 52 minggu, sementara 139 saham mencatat level terendah baru.Volume transaksi di seluruh bursa saham AS mencapai 20,51 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 19,93 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.