Co-founder dan President Anthropic, Daniela Amodei (kiri), CEO Snowflake, Sridhar Ramaswamy (kanan). Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan.Perusahaan AI Data Cloud asal AS, Snowflake, memiliki sebuah portfolio bisnis besar bernama Cortex AI. Di dalamnya tersedia banyak tools atau layanan AI untuk pemanfaatan atau data intelligence untuk ditawarkan ke pelanggan bisnis atau enterprise mereka.Cortex AI memungkinkan perusahaan bisa memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan modern langsung pada data internal mereka sendiri secara mudah, cepat, dan aman, tanpa perlu repot membangun infrastruktur AI yang rumit dari nol.Cortex AI menyediakan sejumlah model AI dari perusahaan ternama seperti GPT-5.5, GPT-5.4 hingga GPT-5.2. Pelanggan Snowflake dapat menggunakan model OpenAI tersebut untuk membangun aplikasi dan agen khusus berdasarkan pada data perusahaan mereka.Terbaru, Snowflake menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi AS, Anthropic. "Anthropic dan Snowflake, kita bekerja sama saat ini. Ini adalah kemitraan yang sangat spesial, ujar Co-founder dan President Anthropic, Daniela Amodei di Snowflake Summit 26 di San Fransisco, Selasa (2/6).Anthropic menghadirkan model AI Claude, sementara Snowflake membuat Claude jadi lebih dekat dengan bisnis atau perusahaan membawanya langsung ke lingkungan data, tata kelola, keamanan, dan kolaborasi di dalam Snowflake. Keduanya juga menetapkan strategi masuk ke pasar (go-to-market) bersama.Lewat Cortex AI, pelanggan dapat menggunakan Claude dengan data Snowflake mereka. Para klien yang menggunakan layanan Snowflake punya kebebasan dalam memilih model Anthropic yang paling sesuai dengan beban kerja spesifik mereka tanpa memindahkan data sensitif bisnis mereka ke luar ekosistem Snowflake."Adopsi yang cepat dari model seperti Claude melalui Snowflake Cortex AI mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam apa yang diharapkan perusahaan dari AI," kata EVP of Product Snowflake, Christian Kleinerman.Ilustrasi Anthropic. Foto: PJ McDonnell/Shutterstock"Pelanggan menginginkan AI yang bekerja secara langsung pada data mereka yang terkelola, bukan di sistem yang terisolasi. Kami melihat permintaan yang kuat terhadap seluruh produk AI kami.Sejauh ini, ada sejumlah tools atau layanan AI di dalam payung besar Cortex AI yang telah diluncurkan dan dimiliki Snowflake. Dari enam layanan, yang cukup populer ialah CoWork, CoCo (dulu bernama Cortex Code) dan Cortex Agent.CoWork & CoCoSnowflake CoWork. Foto: Snowflake.CoWork merupakan pengembangan dari Snowflake Intelligence sebagai personal agent pribadi untuk bisnis. Bayangkan sebuah bisnis punya asisten super pintar di kantor yang tahu segala hal tentang data perusahaan. AI ini tidak hanya menjawab pertanyaan, tapi bisa langsung mengambil tindakan.CoWork memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya:Bisa Terhubung ke Aplikasi Lain (MCP Connectors). AI ini bisa langsung tersambung ke alat kerja harian seperti Google Drive, Salesforce, dan Slack. Riset Mendalam (Deep Research). Jika Anda memberikan pertanyaan yang rumit, AI ini akan menjelajahi seluruh dokumen dan data perusahaan untuk memberikan jawaban lengkap beserta sumbernya secara aman.Paham Konteks Bisnis (Cortex Sense). AI ini otomatis memahami definisi bisnis dan aturan di perusahaan Anda, sehingga tidak perlu disetel dari nol dan langsung pintar sejak hari pertama.Mengingat Kebiasaan Pengguna (User Memory & Skills). CoWork bisa mempelajari cara Anda bekerja, mengingat preferensi Anda, dan mengotomatiskan tugas-tugas rutin. Bahkan ada aplikasi iOS-nya agar bisa digunakan lewat HP.Mengobrol dengan Data (Artifacts). Anda tidak perlu mengeklik dashboard atau grafik yang rumit. Anda cukup "mengobrol" dengan data tersebut menggunakan bahasa sehari-hari untuk mendapatkan analisis.Dalam contoh nyata, CoWork dapat membantu seorang manajer penjualan menganalisis kinerja penjualan. Mereka dapat dengan cepat memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kompleks, seperti: "Apa saja produk dengan penjualan tertinggi di wilayah A pada kuartal lalu, dan mengapa produk X mengungguli produk Y?"CoWork juga bisa membantu analis keuangan memadukan kinerja portofolio dengan berita pasar, membantu manajer produk untuk menganalisis feedback pelanggan bersamaan dengan laporan industri demi mendapatkan konteks yang lebih mendalam.Sementara itu, CoCo adalah coding agent di mana pengguna bisa menciptakan aplikasi atau sistem lebih cepat.CoWork dan CoCo mewakili visi Snowflake menjadi perusahaan berbasis AI agent. Konsep AI agent artinya sistem AI dapat secara aman menganalisis data dan konteks perusahaan, berkoordinasi di seluruh alur kerja bisnis, dan membantu bisnis beralih dari wawasan ke tindakan pintar berbasis AI.CoWork dan CoCo dibangun langsung di atas ekosistem data perusahaan atau klien bisnis yang terkelola yang sudah ada di dalam Snowflake. Keduanya bisa jadi pilihan untuk memungkinkan bisnis secara aman mengatur pekerjaan, analisa data, memantau dan mengontrol alur kerja, melakukan pengembangan softwar dengan tata kelola, keamanan, kepatuhan, dan interoperabilitas sesuai kebutuhan klien bisnisnya.Cortex AgentsCortex Agents merupakan AI agent Snowflake yang dirancang untuk membantu pengguna mengakses dan menganalisis data bisnis melalui percakapan natural language. AI agent ini tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi mampu merencanakan tugas, menentukan tools yang tepat, dan mengevaluasi siklus jawaban secara mandiri.Ketika kemampuan CoWork (seperti menghubungkan aplikasi lintas sistem) digabungkan dengan konteks bisnis, mereka membentuk apa yang disebut Cortex Agents. Agen-agen AI ini bisa disebar ke berbagai divisi (seperti tim finansial, hukum, atau penjualan) untuk membantu karyawan menyelesaikan tugas spesifik langsung dari aplikasi harian mereka.Cortex Agents menawarkan sejumlah keunggulan, seperti:Tidak perlu keahlian khusus. Pengguna (seperti tim sales atau HR) tidak perlu menulis atau memahami query SQL manual untuk mendapatkan insight data.Keamanan & Tata Kelola terjamin. Semua proses mencari insight berjalan di bawah sistem keamanan data dari Snowflake. Hak akses database karyawan tetap terjaga.Transparan. Dilengkapi dengan referensi atau sitasi sumber untuk memberikan jawaban yang valid kepada pengguna.