Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan televisi terkait konflik Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFPPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, berkomentar terkait konflik antara Israel-Hizbullah yang pada akhir pekan lalu kembali memanas di selatan Lebanon. Trump berharap, agar kedua pihak saling menahan diri untuk menghindari kerusakan yang lebih besar."Salinglah bersepakat untuk tak menembaki tentara Israel, lalu Israel juga harus sepakat untuk tidak menembaki mereka (Hizbullah). Mari kita lihat sampai kapan, tapi harapan saya, Selamanya!," kata Trump, lewat unggahan di media sosial Truth Social, dilansir AFP, Selasa (2/6). Amerika Serikat mengusulkan formula baru gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di tengah kembali memanasnya konflik di perbatasan Lebanon-Israel. Proposal itu dibahas Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam komunikasi terpisah dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (31/5). Washington disebut menawarkan penghentian kekerasan secara bertahap sebagai upaya meredakan ketegangan di kawasan.Berdasarkan usulan tersebut, Hizbullah diminta menghentikan seluruh serangan ke wilayah Israel sebagai langkah awal. Sebagai imbalannya, Israel diminta menahan diri untuk tidak memperluas eskalasi, khususnya di Beirut. Ledakan besar terlihat membumbung tinggi dari sebuah bangunan usai serangan udara Israel di kawasan Tyre, Lebanon Selatan, Kamis (28/5/2026). Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan di sejumlah area permukiman. Foto: KAWANT HAJU/AFPSeorang pejabat AS yang dikutip Reuters menyebut proposal itu dirancang sebagai langkah bertahap untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas.Di Lebanon, Presiden Joseph Aoun disebut mendorong agar usulan tersebut bisa dijalankan. Namun Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menilai Israel juga harus mengambil langkah terlebih dahulu untuk menghentikan serangan. Menurut dia, akan sulit meminta penghentian serangan dari pihak lain jika Israel masih terus melakukan aksi militer lebih dulu.Usulan AS muncul ketika situasi di Lebanon selatan kembali memburuk dalam beberapa hari terakhir. Israel dilaporkan memperluas operasi militernya, termasuk merebut Kastel Beaufort—benteng berusia sekitar 900 tahun yang berada di kawasan strategis dan selama ini diklaim Israel digunakan Hizbullah untuk melancarkan serangan. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel maupun Hizbullah terkait proposal gencatan senjata terbaru dari Washington itu.