Pengamat Soroti Kebersamaan Prabowo-Megawati di Peringatan Hari Lahir Pancasila

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo dan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri bergandeng tangan usai Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPresiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri hadir dalam Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Senin (1/6). Dalam kegiatan itu tampak ia dan Presiden RI Prabowo Subianto berbincang, bergandengan tangan, bahkan sempat tertawa bersama.Momen kedekatan dua tokoh bangsa itu tak luput dari pengamatan peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro. Menurutnya kebersamaan keduanya menarik untuk dicermati karena interaksi mereka penuh kehangatan dan saling menghormati."Keakraban dan kehangatan antara kedua tokoh tersebut merupakan hal sangat positif bagi kehidupan politik kebangsaan ke depan. Kehangatan interaksi antarkedua tokoh tersebut mengkonfirmasi rasa penghormatan dari Presiden Prabowo terhadap Megawati dan PDI P sebagaimana diungkapkan belum lama ini Presiden Prabowo," kata Bawono dalam keterangannya, Senin (1/6).Bawono menyinggung momen saat Prabowo menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal di sidang paripurna DPR RI. Saat itu Ketum Partai Gerindra tersebut menyampaikan rasa penghargaan secara tulus kepada Megawati yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan.Pada kesempatan itu, Prabowo mengaku sangat menghormati sikap PDI Perjuangan untuk berada di luar pemerintahan sebagai partai menjalankan peran check and balances. Prabowo juga mengucapkan terima kasih karena sikap tersebut berjasa untuk demokrasi di Indonesia."Pujian dan penghargaan Presiden Prabowo terhadap sikap politik PDI Perjuangan tentu patut diapresiasi. Hal tersebut jelas menunjukkan ada sebuah kesadaran mendalam dari Presiden Prabowo agar demokrasi dapat tetap hidup tumbuh subur di Indonesia diperlukan keberadaan sebuah kekuatan politik mumpuni untuk memainkan peran sebagai partai politik oposisi," tuturnya.Menurut Bawono kerja sama dan juga sinergi antara pemerintah dan PDIP tidak harus melulu dimaknai dengan bergabung di kabinet. Kerja sama dan sinergi di DPR RI juga dapat menjadi pilihan bagi hal tersebut.Peneliti utama indikator politik Bawono Kumoro. Foto: Dok. Pribadi"Memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah bisa menjadi bentuk kerja sama dan sinergi itu," ujarnya.Bawono menuturkan keberadaan PDIP di luar pemerintahan juga merupakan hal positif. Posisi itu harus dihargai dan diapresiasi karena baik untuk pembelajaran kehidupan demokrasi di Indonesia ke depan."Sikap kenegarawanan dimiliki oleh Presiden Prabowo Subianto dan Megawati membuat kedua tokoh itu saling menghormati satu sama lain terhadap posisi politik masing-masing saat ini," pungkasnya.