Berawal dari Wedding ke Wedding, Manshur Kini Bawa Angklung Keliling Dunia

Wait 5 sec.

Manshur Angklung tampil bermain angklung di Capital Hill, Washington D.C., Amerika Serikat. Foto: Instagram/ @manshur.angklungNama Manshur Praditya atau yang lebih dikenal sebagai Manshur Angklung mencuri perhatian publik internasional. Musisi asal Bandung itu baru saja tampil dalam Indonesia Festival 2026 yang digelar di Rådhuspladsen, salah satu kawasan ikonik di pusat Kota Copenhagen, Denmark.Indonesia Festival 2026 menjadi ajang promosi budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Denmark melalui seni, musik, kuliner, dan berbagai pertunjukan budaya lainnya. Di antara beragam penampilan yang ditampilkan, aksi Manshur Angklung menjadi salah satu yang paling menarik perhatian.Manshur berhasil menghadirkan angklung, alat musik tradisional khas Jawa Barat, dalam kemasan yang lebih modern dan dekat dengan generasi muda. Tak jarang, Manshur memadukan suara angklung dengan musik elektronik atau EDM, menciptakan perpaduan unik.Namun, tampil di panggung internasional bukanlah pengalaman baru bagi Manshur. Perjalanannya mengenalkan angklung ke berbagai negara sudah dimulai lebih dari satu dekade lalu."Awal mulai saya tampil ke luar negeri sekitar tahun 2013 atau 2014. Saat itu saya masih tergabung dalam Indonesia Bamboo Community. Kami membuat berbagai alat musik dari bambu seperti gitar, drum, bass, hingga biola bambu, dan saya menjadi kepala divisi angklung dan musik bambu," kenang Manshur saat berbincang dengan kumparan, Senin (1/6).Manshur Angklung saat sedang tampil. dok Instagram @manshur.angklungBersama komunitas tersebut, ia berkesempatan tampil di sejumlah negara Asia seperti Malaysia dan Taiwan. Dari pengalaman itu, Manshur mulai menyadari bahwa angklung memiliki fleksibilitas yang luar biasa."Dari situ saya berpikir bahwa angklung bisa mengikuti musik dari negara mana pun. Akhirnya muncul ide bahwa angklung bisa berkolaborasi dengan DJ. Awalnya saya tidak pernah terpikir ke arah sana, tetapi setelah menjalani banyak pengalaman, ternyata angklung bisa dipadukan dengan musik elektronik," ujarnya.Bersiap Tur Chapter 2 di 8 NegaraManshur Angklung saat tampil. dok: Instagram @manshur.angklungPenampilannya di Denmark menjadi bagian dari Tur Eropa Chapter 1 yang dijalani Manshur sepanjang Mei 2026. Dalam tur tersebut, ia mengunjungi tiga negara, yakni Denmark, Bulgaria, dan North Macedonia, sejak 15 Mei hingga 1 Juni 2026.Di setiap negara yang disinggahinya, Manshur merasakan antusiasme yang tinggi dari masyarakat setempat terhadap musik tradisional Indonesia."Alhamdulillah semuanya berjalan sukses. Masyarakat di sini sangat mengapresiasi bahwa musik tradisional Indonesia bisa naik level dan diterima di panggung internasional," katanya.Kesuksesan tur tersebut membuat Manshur semakin optimistis untuk terus memperkenalkan angklung ke dunia seperti misinya yaitu Bring Angklung to the Next Level. Ia juga telah menyiapkan Tur Chapter 2 yang rencananya akan berlangsung pada September atau Oktober 2026.Menurut Manshur, rangkaian tur tersebut akan bertepatan dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sejumlah negara."Biasanya setelah perayaan 17 Agustus, banyak KBRI di berbagai negara mengadakan Indonesia Festival untuk mempromosikan budaya, musik, tari, hingga kuliner Indonesia. Saya dipercaya untuk mewakili bidang musik dalam beberapa kegiatan tersebut," jelasnya.Pada tur berikutnya, Manshur dijadwalkan tampil di delapan negara Eropa, termasuk Bulgaria, Rumania, Bosnia Herzegovina, Prancis, serta Italia.Berawal dari Pemain Kecapi di Acara PernikahanDi balik kesuksesannya saat ini, perjalanan Manshur ternyata dimulai dari panggung-panggung sederhana. Sebelum dikenal sebagai pemain angklung, ia lebih dulu menekuni kecapi dan rutin tampil dari satu acara pernikahan ke acara lainnya."Waktu masih SMK saya sebenarnya pemain kecapi. Saya sering manggung dari wedding ke wedding. Mapag pengantin namanya dulu," ujarnya sambil tertawa.Ketertarikannya pada angklung mulai tumbuh ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Setelah lulus dari SMKN 10 Bandung jurusan Seni Musik Tradisional Sunda, Manshur melanjutkan studi ke Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.Di kampus tersebut, ia masuk ke Program Studi Angklung dan Musik Bambu, yang saat itu menjadi jurusan pertama dan satu-satunya di dunia yang secara khusus mempelajari angklung secara formal."Saya menjadi angkatan pertama di jurusan itu. Sebelumnya saya memang sudah belajar berbagai alat musik tradisional seperti kecapi, suling, gendang, gamelan, dan angklung. Tapi ketika benar-benar masuk ke dunia angklung, saya merasa inilah cinta saya," kata Manshur.Menurut Manshur, angklung memiliki keunikan yang sulit ditemukan pada alat musik lain di dunia. Dari situlah kecintaannya terhadap alat musik warisan budaya Indonesia tersebut semakin tumbuh."Angklung adalah salah satu alat musik paling unik di dunia. Saya jatuh cinta kepada angklung, dan ternyata angklung juga yang menghidupi saya sampai hari ini. Alhamdulillah, melalui angklung saya bisa membanggakan Indonesia di berbagai negara," tutupnya.