Wall Street Menguat Tipis, Ditopang Saham Teknologi dan Harapan Damai AS-Iran

Wait 5 sec.

Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockBursa saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (1/6) waktu setempat. Kenaikan didorong oleh penguatan saham-saham teknologi, peluncuran chip AI terbaru Nvidia, serta optimisme investor terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.Mengutip Reuters, indeks Dow Jones naik 46,42 poin atau 0,09 persen ke level 51.078,88. Indeks S&P 500 bertambah 19,90 poin atau 0,26 persen menjadi 7.599,96, sementara Nasdaq Composite menguat 114,19 poin atau 0,42 persen ke posisi 27.086,81.Sektor teknologi menjadi motor penggerak utama pasar dengan kenaikan 2,5 persen. Penguatan tersebut membawa indeks Nasdaq dan S&P 500 kembali mencetak rekor penutupan tertinggi. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average juga berakhir di zona positif meski laju kenaikannya tertahan oleh pelemahan di sebagian besar sektor dalam indeks S&P 500.Perhatian pelaku pasar tertuju pada perkembangan hubungan AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan dengan Teheran masih berlangsung. Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan bahwa negosiasi tidak langsung dengan Washington dihentikan setelah gelombang serangan terbaru dinilai mengancam upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah memasuki bulan keempat.Ketegangan geopolitik tersebut sempat mendorong harga minyak mentah naik dan memunculkan kekhawatiran bahwa perang berkepanjangan dapat mempercepat laju inflasi global.“Kami sebenarnya belum tahu secara pasti situasinya seperti apa,” kata Thomas Martin, Senior Portfolio Manager di GLOBALT, Atlanta.“Pasar tampaknya percaya bahwa pada akhirnya akan ada kesepakatan, tetapi informasi yang tersedia masih sangat terbatas, termasuk soal apa yang sebenarnya diinginkan Iran dan kompromi apa yang bersedia diterima Trump,” tambahnya.Sentimen pasar semakin membaik setelah Trump menyatakan tidak akan ada pasukan Israel yang memasuki Beirut. Pernyataan itu muncul usai percakapannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.Di sektor teknologi, saham Nvidia melesat 6,3 persen setelah memperkenalkan chip baru yang memungkinkan fitur kecerdasan buatan dijalankan langsung di komputer pribadi. Produk tersebut merupakan hasil kolaborasi selama tiga tahun dengan Microsoft.Chip baru itu dirancang untuk “menciptakan ulang PC” di era AI, kata CEO Nvidia Jensen Huang. Saham Microsoft turut menguat 2,3 persen.Pergerakan saham semikonduktor berlangsung beragam. Saham Qualcomm merosot 8,8 persen, sedangkan Intel turun 4,7 persen. Sebaliknya, saham Micron melonjak 6,6 persen dan menembus level US$ 1.000 untuk pertama kalinya. Indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) juga naik 1,1 persen.Dari sisi ekonomi, aktivitas manufaktur AS pada Mei masih menunjukkan ekspansi untuk bulan kelima berturut-turut. Namun, pelaku industri tetap menghadapi tekanan akibat kebijakan tarif dan ketidakpastian geopolitik.Investor kini menunggu sejumlah agenda penting pekan ini, termasuk laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat (5/6) dan laporan keuangan Broadcom. Data tersebut akan menjadi acuan menjelang rapat kebijakan pertama Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve bulan ini.Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru, Kevin Warsh, meninggalkan East Room di Gedung Putih setelah upacara pelantikannya di Washington, DC, Jumat (22/5/2026). Foto: AARON SCHWARTZ/AFPDari 11 sektor utama dalam S&P 500, hanya sektor teknologi dan energi yang mencatat kenaikan. Sebaliknya, sektor utilitas menjadi sektor dengan pelemahan terbesar.Saham-saham perangkat lunak ikut mengalami reli setelah sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran dampak disrupsi AI. Saham ServiceNow melonjak 9,2 persen, sementara IBM naik 7,6 persen. Indeks layanan perangkat lunak secara keseluruhan menguat 4,3 persen.“Di sektor software, ada perusahaan-perusahaan yang sebelumnya tidak berkinerja baik, tetapi hari ini bergerak sangat positif,” kata Martin.“Sebagian kenaikan itu dikaitkan dengan komentar Nvidia bahwa software merupakan bagian dari solusi AI, sehingga investor kembali melirik saham-saham perangkat lunak,” imbuhnya.Sementara itu, Cadence Design Systems melesat 10,5 persen setelah memperkenalkan agen AI untuk desain chip yang ditenagai teknologi Nvidia.Di pasar yang lebih luas, jumlah saham yang melemah di Bursa New York (NYSE) sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang menguat dengan rasio 1,04 banding 1. Sebanyak 519 saham mencatat level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir, sedangkan 144 saham menyentuh level terendah baru.Pada indeks Nasdaq, sebanyak 2.436 saham menguat dan 2.403 saham melemah. S&P 500 mencatat 29 saham mencapai level tertinggi baru dan 18 saham berada di level terendah baru. Sementara Nasdaq Composite membukukan 122 saham di level tertinggi baru dan 77 saham di level terendah baru.Volume perdagangan di bursa AS mencapai 21,80 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20 hari terakhir yang berada di level 19,71 miliar saham per sesi.