3 Balita di Cianjur Tewas Tenggelam di Kolam Renang Terbengkalai, Polisi Selidiki

Wait 5 sec.

Ilustrasi anak tenggelam di kolam renang. Foto: Cornelius Krishna Tedjo/ShutterstockTiga anak balita tewas tenggelam di kolam renang terbengkalai di Kampung Darmaga, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (7/11).Peristiwa nahas itu berawal saat ketiga bocah itu, Dewa (2), Mutia (2), dan Davina (3), masuk ke area kolam renang yang sudah terbengkalai selama dua tahun.Ketua RW setempat, Deden Somantri, mengatakan jasad ketiga korban itu pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja bangunan yang tengah bekerja tidak jauh dari lokasi.Pekerja bangunan itu, kata Deden, awalnya mengira yang mengambang di kolam renang tersebut merupakan boneka. Namun, setelah dicoba didekati ternyata yang mengambang itu merupakan jasad bocah balita."Tidak tahu persis mereka masuk ke area kolam renang terbengkalai itu jam berapa? Hanya saja saat tukang bangunan tengah istirahat melihat ada yang mengambang dikira boneka awalnya," kata Deden, kepada wartawan, Sabtu (7/11).Jenazah tiga bocah balita tewas tenggelam di kolam renang terbengkalai di Cianjur disemayamkan di rumah duka. Foto: Dok. IstimewaMengetahui yang dilihatnya bocah balita, sambung Deden, saksi kemudian melaporkan ke warga sekitar yang langsung mendatangi lokasi kejadian."Dalam kolamnya diperkirakan sekitar 80 centimeter, dan sudah terbengkalai tak terurus hampir sekitar dua tahunan. Korban, terdiri dari satu bocah balita berjenis kelamin laki-laki dan dua korban lainnya berjenis kelamin perempuan," jelasnya.Ketiga korban langsung dibawa ke RSUD Sayang, Cianjur."Saat ini sudah berada di rumah duka, setelah sempat dibawa ke RSUD untuk pemeriksaan luar tubuh mayat. Rencananya, malam ini juga dimakamkan," ujarnya.Sementara itu, Kapolsek Bojongpicung, Iptu Muhtaromi, menjelaskan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari saksi."Proses penyelidikan masih berlangsung, kami masih belum dapat memastikan apakah adanya dugaan kelalaian atau lainnya," kata Romi.