Bahlil Targetkan Provinsi Maluku 100 Persen Teraliri Listrik pada 2029

Wait 5 sec.

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/1026). Foto: Zamachsyari/kumparanMenteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menargetkan seluruh desa hingga dusun di Provinsi Maluku sudah teraliri listrik secara menyeluruh pada 2029-2030Bahlil, yang juga merupakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan target tersebut sebagai bentuk pemerataan akses energi bagi masyarakat di wilayah 3T."Saya targetkan di Provinsi Maluku, 2029-2030 harus semua desa di wilayah Maluku sudah teraliri listrik," kata Bahlil saat menyampaikan pengarahan pada Pembukaan Rapat Kerja DPD Partai Golkar di Kota Ambon, Maluku, dikutip dari Antara, Sabtu (7/11).Bahlil menyampaikan keprihatinannya terhadap kesenjangan pembangunan infrastruktur energi yang masih terjadi di Maluku. Ia mencontohkan, kondisi di Pulau Run, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, yang belum bisa menikmati pasokan listrik selama 24 jam penuh."Kenapa saya bilang begini? Baru tahun lalu saya ke Pulau Run di Banda Neira dan mereka belum menikmati listrik 24 jam. Padahal di zaman Belanda dulu, pulau ini pernah ditukar dengan Manhattan di Amerika Serikat. Sekarang Manhattan sudah maju pesat, sedangkan di Pulau Run listrik saja belum memadai," ujar Bahlil.Secara nasional, Bahlil menyebutkan masih terdapat sekitar 11.000 desa dan dusun di seluruh Indonesia yang belum memperoleh akses penerangan listrik yang memadai. Oleh karena itu, percepatan elektrifikasi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.Untuk mengikis ketimpangan tersebut, pemerintah menyiapkan dua program utama yang dijalankan secara bertahap dan berkesinambungan. Pertama, Program Listrik Desa (Lisdes) yang berfokus pada pembangunan dan perluasan jaringan infrastruktur kelistrikan ke wilayah-wilayah pelosok yang belum terjangkau grid PLN. Kedua, Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), yakni pemberian sambungan listrik gratis langsung ke rumah-rumah warga kurang mampu.Pemerintah terus menaikkan target akselerasi penanganan desa berlistrik setiap tahunnya. Pada 2025, sasaran penanganan difokuskan pada sekitar 1.400 desa, kemudian target tersebut akan ditingkatkan secara signifikan pada 2026 dan 2027 melalui sinergi ketat antara pemerintah daerah dan PT PLN (Persero).Bahlil optimistis melalui kolaborasi lintas sektor dan fokus program Lisdes serta BPBL, ketimpangan akses energi di wilayah kepulauan seperti Maluku dapat terselesaikan secara bertahap hingga tuntas pada 2030.