Populer: OJK Denda 7 Emiten Rp 5 Miliar; 1 Lagi KRL INKA Beroperasi Mulai Desember

Wait 5 sec.

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: ShutterstockSanksi denda OJK terhadap tujuh emiten senilai Rp 5 miliar menjadi salah satu berita populer di kumparanBISNIS sepanjang Sabtu (7/11). Selain itu, kesiapan KRL produksi INKA rangkaian kedelapan yang akan beroperasi di Jabodetabek pada 1 Desember 2026 turut menjadi sorotan. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:OJK Denda 7 Emiten Senilai Rp 5 Miliar Kasus Pelanggaran Pasar Modal, Ini DaftarnyaIlustrasi OJK. Foto: ShutterstockOJK menjatuhkan sanksi administratif dan denda finansial dengan total akumulasi mencapai Rp 5,04 miliar kepada tujuh emiten beserta jajaran pihak terkait. Tindakan tegas ini diambil menyusul sejumlah pelanggaran regulasi pasar modal. Sanksi terberat dibebankan kepada PT Asri Karya Lestari Tbk dengan denda perseroan sebesar Rp 1,35 miliar terkait ketidakandalan nilai aset material dalam LKT dan LKTT, denda renteng jajaran direksi senilai Rp 645 juta, serta denda akuntan publik sebesar Rp 107,5 juta.Pelanggaran atas prosedur transaksi afiliasi dan transaksi material juga memicu penalti bagi sejumlah emiten lainnya. PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk, masing-masing dikenai denda Rp 450 juta atas transaksi shareholder loan tanpa prosedur baku, disertai denda penilai independen masing-masing Rp 65 juta. Di samping itu, PT Widodo Makmur Unggas Tbk didenda Rp 925 juta, PT Kalbe Farma Tbk sebesar Rp 200 juta, serta PT Enseval Putera Megatrading Tbk senilai Rp 75 juta.Penegakan hukum OJK turut menyasar kepatuhan tata kelola mendasar. PT Limas Indonesia Makmur Tbk dijatuhi peringatan tertulis karena mangkir menggelar RUPST selama empat tahun buku berturut-turut pada periode 2021 hingga 2024, di mana jajaran direksinya diganjar denda tanggung renteng senilai Rp 712,5 juta.KRL Produksi INKA Rangkaian Kedelapan Siap Beroperasi di Jabodetabek Mulai 1 Desember 2026Penumpang menunggu KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal LinggaPT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan sarana KRL seri CLI-225 atau trainset kedelapan buatan PT Industri Kereta Api (INKA) resmi melayani rute Jabodetabek mulai 1 Desember 2026. Penambahan armada ini menjadi langkah strategis untuk merespons tingginya mobilitas masyarakat komuter. Berdasarkan catatan operasional, volume penumpang KRL Jabodetabek sepanjang Januari hingga Oktober 2026 telah mencapai 303.792.024 orang, dengan rata-rata kepadatan arus mencapai 999.316 pelanggan per hari.Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa rangkaian kereta ini telah melewati proses penyempurnaan teknis, meliputi keandalan desain bogie, coil spring, air spring, hingga uji ketahanan sistem pintu sebanyak 500 kali per pintu. Guna menjamin keselamatan dan kelaikan operasi secara penuh, trainset dijadwalkan melakoni tahap pengujian performa akhir pada 11 November 2026 sebelum resmi dilepas melayani rute komersial.Pengoperasian armada baru ini tidak hanya ditujukan untuk mengurai kepadatan penumpang harian di stasiun-stasiun penyangga ibu kota, melainkan juga memperkuat utilisasi produk manufaktur perkeretaapian domestik. KAI dan INKA terus mempercepat evaluasi teknis agar penyiapan sarana trainset berikutnya dapat berlangsung berkesinambungan untuk menjaga efisiensi transportasi publik perkotaan.