Mencuat Isu Ketum Parpol di Balik Penyadapan Presiden

Wait 5 sec.

Ilustrasi Penyadapan. Foto: Anelo/ShutterstockKasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto kini berkembang. Ada isu yang mencuat, dugaan penyadapan ini juga melibatkan salah satu ketua umum partai politik.Adapun di unggahan-unggahan yang tersebar di media sosial, ketua umum parpol yang dimaksud mengarah ke Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.Sejauh ini, sudah ada 4 perwira tinggi Polri yang dijerat sebagai tersangka dalam kasus itu. Mereka, yakni Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi.Lantas seperti apa isu mengenai keterlibatan ketum parpol itu? Berikut kumparan rangkum.Golkar: Skip Saja, Tak TerkonfirmasiMenteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji di sela-sela gelaran Pembukaan Pameran Krista Interfood di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Rabu (4/11/2026). Foto: Widya/kumparanSekjen Golkar Sarmuji merespons isu yang berkembang di media sosial yang menyebut seorang ketua umum partai politik berada di balik kasus penyadapan ilegal Presiden Prabowo Subianto.Sebab, beredar isu sang ketum Golkar Bahlil Lahadahalia, lah yang terkait dengan kasus penyadapan ilegal itu. Sarmuji pun menilai informasi yang belum terbukti kebenarannya lebih baik tidak dihiraukan."Sesuatu yang tidak kita... tidak bisa dikonfirmasi, sebenarnya tidak perlu dihiraukan,” ucap Sarmuji di DPP Golkar, Jakarta Barat pada Jumat (6/11).Sarmuji pun mengingatkan bahwa Bahlil juga pernah menjadi sasaran fitnah sebelumnya. Saat itu, ada isu seorang ketua umum partai besar melakukan kekerasan terhadap pacarnya.“Bahkan di podcast ada seorang ahli hukum bahkan, mengatakan, 'Ini A1! A1,’ seolah-olah A1,” ujar Sarmuji.“Padahal partai besar itu kan, kalau kita boleh ngomong ada tiga saja. PDI, pemenang pemilu, Partai Golkar nomor dua, Partai Gerindra nomor tiga. Kalau ketua umum partai besar yang menganiaya pacarnya itu, harusnya tiga dari... satu dari tiga itu, ya,” tambahnya.Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/1026). Foto: Zamachsyari/kumparanMenurut Sarmuji, saat itu Bahlil tersudutkan.“Kan enggak mungkin Bu Mega menganiaya pacarnya, kan. Pak Prabowo apalagi, enggak mungkin. Yang kemungkinan waktu itu spekulasinya kan ketua umum Partai Golkar, partai besar,” ucap Sarmuji.Ia menyebut, isu Bahlil melakukan kekerasan itu akhirnya terbukti hoaks. Rupanya, ketua umum yang melakukan kekerasan berasal dari partai lainnya.“Ternyata kan hoaks. Ternyata yang menganiaya waktu itu, ternyata adalah partai yang tidak lolos dalam parlemen. Nah, bayangkan itu, dianggap partai besar,” tutur Sarmuji.“Nah, sekarang jangan-jangan juga gitu, 'Partai besar'. Partai besarnya siapa, kita enggak tahu,” tambahnya.Menteri Perindustrian itu pun menilai, informasi yang belum terkonfirmasi lebih baik dilewatkan saja.“Dan sebenarnya hal yang seperti itu di-skip saja, karena tidak terkonfirmasi dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi,” tandasnya.Istana Sebut Belum DengarMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan pada konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTOMenanggapi isu itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut belum mendengar kabar tersebut.“Aku belum dengar,” ucapnya saat ditemui di DPR, Jumat (6/11).