Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam agenda Press Conference Launching JEKATE RUN 2026 di Halte Bendungan Hilir PAM Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparanGubernur DKI Jakarta Pramono Anung bercerita, seorang warga meneriakkan keluhan soal galian kepadanya saat berlari di Car Free Day (CFD) Sudirman, Minggu (8/11).Ia pun menjelaskan, dirinya sudah meminta PAM JAYA dan perusahaan utilitas lainnya berkoordinasi dalam pengerjaan galian di Jakarta.“Yang pertama, ketika lari tadi ada rombongan yang nyalip saya karena memang pelari, teriaknya ‘galian’. Dan galian itu selalu terasosiasi dengan PAM JAYA,” tutur Pramono.Pramono mengatakan, pekerjaan galian yang dilakukan sejumlah perusahaan utilitas tidak boleh lagi berjalan secara terpisah. Menurut dia, persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui koordinasi antarpihak.“Untuk itu saya sudah meminta kepada PAM JAYA dan semua yang kemudian harus menggali, harus dilakukan terkoordinasi,” kata Pramono.“Dulu PAM JAYA sendiri, PAL JAYA sendiri, kemudian untuk apa, limbah sendiri. Sekarang enggak boleh. Karena memang bagaimana pun galian ini menjadi tanggung jawab untuk kita selesaikan bersama,” lanjutnya.Kepadatan kendaraan terjadi di Jalan Raya Soepomo, Jakarta, Rabu (9/9/2026), dengan kepadatan dari selepas Tugu Pancoran sekitar 2km arah Manggarai. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanPernyataan Pramono tersebut disampaikan di tengah masih adanya sejumlah titik pekerjaan galian di Jakarta. Beberapa di antaranya berada di kawasan Matraman, Gatot Subroto arah MT Haryono, serta Gambir.Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyinggung target PAM JAYA untuk menyediakan layanan air bersih bagi seluruh masyarakat Jakarta pada 2029. Ia menyebut target cakupan layanan 100 persen itu bukan pekerjaan yang ringan.“Maka itulah yang menjadi kontributor PAM JAYA, tetapi tetap saya berkeinginan tahun 2029 PAM JAYA sudah bisa memberikan kontribusi 100 persen air bersih yang ada di Jakarta. Dan itu tugas tidak ringan,” terangnya.Dia pun juga membuka peluang PAM JAYA melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2027, dengan mempertimbangkan kondisi pasar.“Kalau pasarnya baik, saya mengizinkan PAM JAYA untuk IPO di tahun 2027 nanti,” pungkas Pramono.