TNI temukan cockpit voice recorder Helikopter MI-17 yang jatuh saat padamkan karhutla di Kalteng. Foto: Dok. IstimewaTim gabungan TNI dan Basarnas menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) helikopter MI-17V5 HA-5235 yang jatuh di perairan Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Minggu (8/11), saat misi pemadaman karhutla.Perangkat perekam suara kokpit tersebut ditemukan sekitar pukul 07.05 WIB setelah tim melakukan pencarian sejak pukul 05.00 WIB. Operasi dipimpin Kasi Ops Korem 102/Pjg Kolonel Inf Abdul Jamal Husin.Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, CVR yang ditemukan akan diserahkan kepada tim investigasi untuk kepentingan penyelidikan kecelakaan.“Cockpit Voice Recorder yang berhasil ditemukan selanjutnya diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut,” kata Donny, Minggu (8/11).TNI berhasil menemukan dan mengevakuasi Flight Data Recorder (FDR) atau black box serta bagian ekor helikopter MI-17 yang mengalami kecelakaan di perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Sabtu (7/11/2026). Foto: Dok. Puspen TNIPencarian melibatkan penyelam TNI KOPPEBA, personel Penerbad, dan Basarnas. Prosesnya berlangsung di tengah arus laut yang kuat, kondisi air keruh dan berlumpur serta jarak pandang terbatas.Sebelumnya, TNI telah menemukan dan mengevakuasi Flight Data Recorder (FDR) serta bagian ekor helikopter tersebut pada Sabtu (7/11).Helikopter MI-17V5 HA-5235 mengalami kecelakaan dan terjatuh ke laut saat melakukan pengambilan air untuk pemadaman karhutla serta water bombing di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting sekitar pukul 11.18 WIB. Posisi helikopter berada di perairan, sekitar 1 km dari bibir pantai dengan kedalaman sekitar 6 meter dalam posisi terbalik.TNI temukan cockpit voice recorder Helikopter MI-17 yang jatuh saat padamkan karhutla di Kalteng. Foto: Dok. IstimewaInsiden itu menyebabkan tiga prajurit TNI gugur, sementara lima personel lainnya selamat.Penemuan FDR dan CVR diharapkan dapat membantu tim investigasi Puspenerbad mengungkap penyebab kecelakaan melalui rekaman data penerbangan dan percakapan di dalam kokpit.