Anggaran Museum Marsinah Rp 3,8 M, Dari Gotong Royong KSPSI Tanpa APBN-APBD

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo Subianto usai berpidato di Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkapkan anggaran pembangunan Museum Ibu Marsinah & Rumah Singgah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur hampir Rp3,8 miliar.Uang itu seluruhnya berasal dari serikat buruh, tanpa membebankan negara sama sekali."Total anggaran museum ini mencapai hampir Rp3,8 miliar. Saya pastikan tidak ada dana Pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD. Semua berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN," tegas Andi Gani saat peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah oleh Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).Andi menjelaskan hal ini tercapai karena kekuatan ekonomi koperasi buruh KSPSI AGN yang terus berkembang. Total aset koperasi yang dimiliki jaringan pimpinan unit kerja KSPSI disebut telah mencapai Rp2,1 triliun."KSPSI AGN memiliki basis koperasi yang sangat kuat. Total aset koperasi buruh kami sudah mencapai Rp2,1 triliun. Ada koperasi buruh yang asetnya Rp750 miliar, ada yang Rp300 miliar," ungkapnya. Presiden Prabowo Subianto menanda tangani batu peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenMenurutnya, pembangunan Museum Ibu Marsinah & Rumah Singgah merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah sebagai simbol perjuangan kaum buruh Indonesia."Ini bentuk penghormatan kami kepada Ibu Marsinah sebagai pejuang buruh. Karena itu museum ini dibangun secara gotong royong oleh keluarga besar KSPSI di seluruh Indonesia," ujarnya.Andi Gani menambahkan, museum tersebut akan dibuka untuk umum secara gratis setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Pengelolaannya juga melibatkan keluarga Marsinah serta yayasan yang dibentuk KSPSI Jawa Timur.Dalam kesempatan itu, Andi Gani turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang hadir langsung meresmikan museum sekaligus berziarah ke makam Marsinah."Ini bentuk penghormatan negara yang luar biasa kepada perjuangan buruh dan kepada Ibu Marsinah," tandas dia.Mengenal MarsinahMarsinah adalah seorang buruh pabrik sekaligus aktivis buruh perempuan yang dikenal karena perjuangannya membela hak-hak pekerja pada masa Orde Baru. Ia lahir di Nganjuk, Jawa Timur, pada 10 April 1969 dan bekerja di PT Catur Putra Surya (CPS) di Sidoarjo. Marsinah dikenal vokal memperjuangkan kenaikan upah dan kondisi kerja yang lebih layak bagi buruh. Pada Mei 1993, Marsinah ikut memimpin aksi mogok kerja dan demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan gaji sesuai aturan pemerintah Jawa Timur. Setelah aktif mendampingi rekan-rekannya dalam aksi tersebut, Marsinah menghilang selama beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan tewas dengan tanda-tanda penyiksaan berat. Kasus kematiannya menjadi salah satu simbol pelanggaran HAM dan kekerasan terhadap aktivis buruh di Indonesia. Hingga kini, nama Marsinah terus dikenang sebagai simbol perjuangan buruh dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Setiap peringatan Hari Buruh atau May Day, namanya kerap disebut dalam aksi solidaritas pekerja. Kasus pembunuhannya juga masih dianggap belum sepenuhnya terungkap dan menjadi bagian penting dalam sejarah gerakan buruh Indonesia.