BorneoFlash.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto kembali memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih bidang ekonomi dan pejabat negara ke Istana Kepresidenan. Dalam pertemuan itu, pemerintah membahas pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor.Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan dirinya memenuhi undangan makan siang bersama Presiden Prabowo sambil melaporkan perkembangan badan ekspor tersebut.“Ini mau lapor mekanismenya (Badan Ekspor),” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.Rosan belum menjelaskan secara rinci isi laporan kepada Presiden Prabowo.Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan dirinya menghadiri undangan makan siang dari Presiden Prabowo di Istana Presiden.Agus mengaku telah menyiapkan sejumlah laporan untuk dibahas bersama Presiden.“Haruslah, sebagai menteri kan harus siap. Kalau diperlukan kan harus melaporkan,” ujar Agus.Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dirinya membawa sejumlah laporan kepada Presiden Prabowo, termasuk terkait dugaan manipulasi nilai dalam dokumen perdagangan ekspor-impor.“Selalu buat jaga-jaga, kalau ditanya jangan sampai nggak bisa. Ada studi itu, yang saya sebutin kemarin,” ucapnya.Sejumlah pejabat lain juga menghadiri pertemuan tersebut, antara lain Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (*)