Kapolsek Rajeg: Tak Ada Laporan Teror 'Pocong', Warga Jangan Terprovokasi

Wait 5 sec.

Potongan gambar video pocong yang diduga meneror warga Rajeg. Dok IstimewaPolisi menegaskan tidak ada laporan mengenai teror 'pocong' di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. Berdasarkan penyelidikan polisi pada Selasa (19/5), peristiwa teror 'pocong' ini juga tidak ditemukan.“Dari hasil penyelidikan Unit Reskrim dan Intel dan pengecekan ke beberapa para kades, tidak ditemukan dan tidak ada laporan dari warga terkait teror pocong di wilayah Rajeg,” kata AKP Yono Taryono saat dikonfirmasi kumparan, Kamis (21/5).“Sudah kita cek, tanya anggota, coba para Binmas juga kita kerahkan ke desa-desa, tidak ada (peristiwa teror pocong),” sambungnya.Yono juga meluruskan adanya informasi bahwa pelaku teror pocong tersebut telah ditangkap di Rajeg.“Katanya (teror pocong) di Rajeg sudah ditangkap juga, enggak ada. Kalau emang ditangkap kan pasti diserahkan ke kami. Pasti juga berkoordinasilah dengan Binmas atau Babinsa kita,” sambungnya.Ilustrasi pocong. Foto: ShutterstockInformasi dari MedsosYono juga menyebutkan tidak ada masyarakat di Rajeg yang mengeluhkan soal keberadaan ‘pocong’. Pemeriksaan yang dilakukannya berdasarkan beredarnya informasi dari media sosial.“Pokoknya dari pekan kemarin sampai pekan inilah tuh ada terus (di media sosial) selalu disebutkan wilayah Rajeg. Setelah dicek emang di wilayah kami tidak ada gitu,” ungkapnya.Dengan beredarnya informasi ini di jagat maya, Yono mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi. Sebab, kata Yono, untuk mengantisipasi adanya upaya memperkeruh suasana melalui informasi tersebut.“Kami mengimbau kepada warga jangan terprovokasi ya, bijak jugalah bermain medsos. Takutnya ada pihak-pihak lain yang membikin suasana enggak tenang ya, kita belum tahu nih motif-motifnya apa,” tuturnya.Jangan Mudah PercayaSebelumnya, Polresta Tangerang telah merespons teror 'pocong' di sejumlah wilayah yang informasinya viral beredar di media sosial. Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, mengimbau masyarakat tetap waspada, namun tetap tenang dan tidak panik."Tingkatkan kewaspadaan, namun tetap tenang dan tidak panik, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya,” katan Indra, Selasa (19/5).Muncul juga dugaan bahwa teror ini merupakan modus kejahatan seperti pencurian atau perampokan dan untuk menciptakan rasa takut di tengah masyarakat. Atas hal ini, Indra menegaskan akan meningkatkan patroli di permukiman warga untuk memberikan rasa aman.“Kami meningkatkan patroli. Selain itu, masyarakat juga didorong kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) atau ronda malam sebagai langkah antisipasi menjaga keamanan lingkungan masing-masing," jelas Indra.Ia meminta agar masyarakat melapor bila melihat aktivitas mencurigakan atau meresahkan melalui layanan call center 110 yang aktif 24 jam.