Penyanyi Internasional, Angun C. Sasmi saat memberikan testimoni dalam sosialisasi Golden Visa yang diadakan Direktor Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, di Karet Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparanAnggun C. Sasmi masih ingat betul keputusannya untuk go international mengejar cita-citanya sebagai penyanyi pada sekitar 1994. Umurnya kala itu masih hampir 21 tahun."Pada saat itu belum ada internet, belum ada smartphone. Jadi kalau mau punya karier di luar Indonesia, otomatis harus keluar dari Indonesia. Sekarang kan enggak harus seperti itu," kata Anggun dalam acara sosialisasi Golden Visa yang digelar Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Karet Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (21/5).Dia kemudian hijrah ke Eropa, mulai dari Inggris hingga akhirnya ke Prancis. Anggun kemudian mendapatkan kontrak rekaman di sana. Album internasionalnya dirilis di 33 negara dan terjual 2 juta keping.Kala itu, dia masih memegang paspor Indonesia. Anggun bercerita,dia mendapat pengalaman buruk ketika harus mengurus visa di negara orang untuk menggelar promosi maupun konser."Hampir setiap hari Senin saya harus mengantre ke banyak sekali kedutaan besar negara-negara yang tadinya harus saya kunjungi untuk promosi, untuk konser-konser. Dan saya ingat banget ada satu kedutaan, saya sudah mengisi formulir, begitu melihat paspor, warna paspor saya, loketnya ditutup dan saya diusir," ungkap Anggun."Ini membuat saya sangat terpukul, gitu. Dan otomatis ya enggak dapet visa, enggak bisa ke negara itu, dan semuanya promosi, jadwal konser dibatalkan. Cerita-cerita seperti ini sebenarnya banyak. Diskriminasi itu riil, bener-bener ada," sambungnya.Setelah berpikir cukup panjang, Anggun akhirnya memutuskan untuk menjadi WN Prancis. Kala itu, dia sudah tinggal 7 tahun di Paris."Saya dengan berat hati memutuskan untuk mengganti kewarganegaraan. Ini sama sekali bukan keputusan yang mudah," ucapnya.Penyanyi Internasional, Angun C. Sasmi saat memberikan testimoni dalam sosialisasi Golden Visa yang diadakan Direktor Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, di Karet Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan"Tapi sebenarnya setelah itu saya berpikir, yang berganti itu cuma warna buku kecil paspor saya. Warna aja yang beda. Saya tetap menjadi anaknya Pak Soedarto Singo Widjojo, Ibu Dien Herdiana. Tidak ada yang bisa mengubah darah saya, masa lalu saya, masa kecil saya, asal-usul saya," sambungnya.Meski sudah menjadi WN Prancis dan tinggal di sana, Anggun tetap masih teringat Indonesia. Bahkan dia bangga dengan anaknya, Kirana Cipta Montana Sasmi, yang namanya masih memiliki unsur Indonesia serta fasih berbahasa Indonesia.Anggun antusias ketika Ditjen Imigrasi meluncurkan program Golden Visa pada 2024. Golden Visa adalah layanan yang memberi kemudahan bagi WNA yang memberikan dampak positif bagi Indonesia. Program tersebut membuatnya bisa 'kembali' ke Indonesia."Akhirnya setelah sekarang sudah 30 tahun saya menetap di Eropa, saya ingin pulang bersama suami dan anak. Dan dengan sukacita saya mendapatkan Golden Visa Global Talent, sebuah terobosan baru Imigrasi," kata Anggun."Yang memberi fasilitas kepada diaspora Indonesia yang berprestasi di mancanegara untuk bisa menetap di Indonesia dan berkontribusi pada ekonomi dan bisnis negara," sambungnya.Kini, Anggun sudah merasa sebagai 'warlok' alias warga lokal. Kembali seperti WNI."Sekarang saya sudah jadi warlok, sudah punya NPWP, dan kemarin sempat membuat kampanye bersama Direktorat Jenderal Pajak untuk mengimbau masyarakat agar melapor membuat laporan SPT tepat waktu," ujarnya."Jadi sekali lagi terima kasih yang sangat besar kepada Direktorat Jenderal Imigrasi dan instansi pemerintah untuk membuat keinginan saya dan keluarga terwujud. Sebagai diaspora saya seperti anak rantau yang sekarang kembali lagi ke Ibu Pertiwi. Dan sekali lagi berterima kasih dengan sangat tulus, semoga kontribusi kami ke Indonesia akan semakin besar, semakin lancar, dan mudah-mudahan Golden Visa saya bisa diperpanjang ya," imbuhnya.