5 Fakta Menarik dari Jam Saku Kolaborasi Audemars Piguet dengan Swatch

Wait 5 sec.

Jam tangan Royal Pop. Foto: Audemars Piguet (AP) x SwatchBrand jam tangan mewah asal Swiss, Audemars Piguet (AP) berkolaborasi dengan Swatch. Keduanya meluncurkan koleksi terbaru berupa jam saku dengan desain yang playful. Koleksi ini tidak menggunakan teknologi digital yang sedang tren, melainkan mengandalkan mesin mekanik dengan desain kontemporer.Kolaborasi ini pertama kali diumumkan di pameran jam tangan terbesar Watches and Wonders pada April lalu. Sejak saat itu, penggemar jam tangan sudah tak sabar untuk menantikan hasilnya. Namun informasi lebih lengkap mengenai kolaborasi tersebut baru dirilis melalui media sosial kedua merek pada Rabu (13/5).Nah, bagi kamu yang penasaran dengan koleksi ini, yuk simak dulu fakta-fakta menariknya berikut ini.1. Desainnya menggabungkan dua seri ikonisJam tangan Royal Pop. Foto: Audemars Piguet (AP) x SwatchJam saku kolaborasi Audemars Piguet (AP) dengan Swatch ini mengkombinasikan dua seri ikonis dari dua brand, yaitu Audemars Piguet Royal Oak dan Swatch Pop era 1980-an. AP Royal Oak tercermin pada bingkai luar jam yang berbentuk oktagonal. Sedangkan elemen Swatch Pop dihadirkan melalui warna-warna playful yang dulu sempat jadi tren.2. Terbuat dari bioceramic dan menggunakan mesin SISTEM51Koleksi Royal Pop ini dibuat dari Bioceramic, yaitu material yang di dalamnya terdiri dari dua pertiga keramik dan satu pertiga castor oil. Sementara itu, mesinnya menggunakan SISTEM51, yakni mesin mekanik otomatis tanpa baterai khas Swatch yang telah diperbarui.3. Punya delapan pilihan warna playful yang dilengkapi lanyardJam tangan Royal Pop. Foto: Audemars Piguet (AP) x SwatchHal yang paling bikin mengejutkan dari koleksi ini adalah desainnya. Ketika banyak yang mengira AP dan Swatch akan merilis jam tangan, dua brand asal Swiss ini justru merilis jam saku.Nah, jam saku Royal Pop ini hadir dalam delapan pilihan warna dengan dua jenis konfigurasi. Enam model di antaranya bergaya Lépine dengan crown di posisi pukul 12, sementara dua model lainnya menggunakan desain Savonnette dengan crown di posisi pukul 3.Selain itu, jam saku ini dilengkapi oleh lanyard kulit berkualitas yang dijahit dengan benang kontras, sehingga dapat digantungkan ke tas, dikalungkan di leher, atau dimasukkan dalam saku seperti zaman dulu.4. Harganya diperkirakan sekitar Rp 7 jutaan dan dijual mulai 16 Mei 2026Dikutip dari WatchTime, koleksi ini akan diperkirakan akan dijual dengan harga USD 400 (sekitar Rp 7 jutaan) untuk model penunjuk jam dan menit, serta USD 420 (sekitar Rp 7,3 jutaan) untuk varian dengan penunjuk detik kecil. Jam saku ini akan mulai dijual serentak di seluruh dunia pada 16 Mei 2026 di gerai-gerai Swatch terpilih. Sayangnya hingga berita ini dibuat, harga resminya belum juga dirilis.5. Per orang hanya bisa membeli satu jam tangan per hariKehadiran koleksi ini sudah sangat dinantikan oleh pencinta jam tangan. Sehingga di beberapa kota seperti New York dan kawasan Causeway Bay, Hong Kong sudah tampak antrean yang mengular di depan gerai Swatch.Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, pembelian jam saku kolaborasi ini akan dibatasi. Satu orang hanya boleh membeli satu jam saku per hari. Kabarnya, seluruh hasil penjualan yang akan diterima oleh Audemars Piguet akan digunakan untuk mendanai inisiatif khusus buat melestarikan savoir-faire pembuatan jam langka dan membina generasi baru talenta horologi.Gimana, kamu tertarik untuk membelinya?