Presiden Prabowo Subianto usai berpidato di Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto menyebut sejumlah negara ingin membeli beras Indonesia. Menurutnya, beberapa negara yang sebelumnya merasa lebih unggul kini justru datang meminta pasokan komoditas pangan dari Indonesia.“Ternyata berapa hari yang lalu, India mengumumkan tutup. Tidak ekspor beras, jagung, gandum. India tutup. Disusul oleh Bangladesh tutup. Akhirnya ada juga negara-negara yang akhirnya datang juga ke kita, ya,” ujar Prabowo dalam Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).Lantas, berapa banyak stok beras pemerintah di gudang Bulog?Pekerja mengangkut karung beras ke dalam Gudang Beras Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanDirektur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 11 Mei 2026 ada pada angka 5,3 juta ton.Rizal menargetkan stok tersebut terus bertambah mencapai 6 jut ton pada akhir Mei 2026.“Mungkin nanti di akhir bulan, di akhir bulan Mei ini bisa mencapai 6 juta ton. Nah ini harapan kami, mohon juga doa restu dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” kata Rizal dalam pembukaan bazar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka HUT Bulog ke-59 di Kantor Bulog, Jakarta Selatan, dikutip pada Minggu (17/5). pPasokan 5,3 juta ton menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Dengan stok tersebut, Rizal memastikan Indonesia siap menghadapi ancaman El Nino. Prabowo Minta Tetap Perhatikan PetaniKendati banyak permintaan ekspor, Prabowo meminta agar penjualan beras ke negara lain tetap memperhatikan kepentingan petani dalam negeri. Ia menegaskan harga jual tidak boleh terlalu murah agar petani tetap memperoleh keuntungan.“Dirut Bulog mana? Jangan jual terlalu murah, ya. Jangan ngetok tapi jangan jual terlalu murah. Ingat krisis bisa lama ini, ya. Yang utama kita amankan rakyat kita dulu,” ujar Prabowo.Selain itu, ia juga menyinggung adanya negara yang meminta potongan harga saat membeli beras dari Indonesia. Prabowo menilai kondisi tersebut menunjukkan dampak nyata dari krisis global yang sedang terjadi.“Kita berbuat begitu banyak prestasi, tapi memang kadang-kadang kita juga harus berani untuk mengiklankan diri kita sendiri. Bukan mengiklankan kebohongan, tapi kebenaran. Kita swasembada pangan sudah. Kita amankan harga-harga,” tutur Prabowo.