Momen KDM menyampaikan pesan dan ucapan terima kasih pada warga yang hadir di Puncak Kirab Budaya Tatar Sunda Mahkota Ki Ajeg Sunda di halaman Gedung Sate, Kota Bandung pada Minggu (17/5). Dok. Abisatya Foto: Abisatya Ramdhani/kumparanPuncak Kirab Budaya Tatar Sunda Mahkota Ki Ajeg Sunda tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum penegasan arah penataan Kota Bandung. Sejak bergerak dari Kiara Artha Park pukul 19.30 WIB, Sabtu (16/5), hingga rangkaian acara di halaman Gedung Sate selesai sekitar pukul 02.30 WIB, Minggu (17/5), lautan warga menjadi saksi pesan kuat tentang wajah kota yang ingin diwujudkan.Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM yang memimpin langsung Kirab Budaya tersebut menyampaikan pesan khusus untuk Kota Bandung. Menurutnya, pembenahan harus terlihat nyata dari hal paling mendasar di ruang publik.“Yang pertama khusus untuk Kota Bandung, mari kita kinclongkan Bandung. Jangan ada jalan yang jelek, jangan ada trotoar yang kotor, jangan ada saluran air yang mampet, jangan ada PKL yang berantakan. Bandung harus Berhiber. Bersih, indah, berbunga,” ujarnya di hadapan warga.Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam acara Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cianjur, Rabu (6/5/2026) malam. Foto: kumparanIa kemudian menyebut sejumlah kawasan yang menjadi perhatian penataan. Dari arah utara hingga barat kota, kondisi kebersihan dan kerapian menjadi tolak ukur yang ia tanyakan langsung kepada warga.“Dari mulai Lembang sampai Setiabudi sudah bersih belum? Setiabudi sampai Gedung Sate sudah bersih belum? Sukajadi sudah bersih belum?,” ucapnya, disambut jawaban "Sudah" serempak warga.Tak hanya itu, kawasan lain seperti Cicadas, Pasirkoja, dan Gasibu juga disebut akan dirapikan dan diindahkan. KDM menekankan bahwa kebahagiaan warga Bandung lahir dari lingkungan kota yang tertata.Isu penerangan jalan umum turut menjadi sorotan. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi ruas jalan gelap di Bandung.“Di Bandung jangan ada jalan yang gelap. Kita penuhi semua jalan Kota Bandung dengan penerangan jalan umum,” tegasnya.Dalam konteks kirab budaya yang membawa Mahkota Binokasih, KDM mengaitkannya dengan rencana pembangunan pelataran di setiap daerah yang dilalui. Bandung menjadi pelataran ke-sembilan dari konsep yang telah disiapkan.“Dari Kiara Artha Park sampai ke Gedung Sate, 2027 kita tata pelataran Pakuan Padjadjaran,” katanya.Ragam kesenian yang ditampilkan pada Kirab Budaya Tatar Sunda Mahkota Ki Ajeg Sunda di Gedung Sate, Kota Bandung pada Minggu (17/5). Dok. Abisatya/kumparan. Foto: Abisatya Ramdhani/kumparanIa juga menekankan pentingnya seni dan pepohonan sebagai identitas visual kota. Bandung, menurutnya, harus dipenuhi karya seni dan ruang hijau yang indah.Menutup sambutan, KDM menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga yang memadati rute kirab sepanjang malam.“Hari ini menjadi hari paling heboh, paling ramai, paling penuh. Dari Kiara Artha Park sampai ke Gedung Sate penuh oleh warga,” pungkasnya.