Ebola Mewabah di DR Kongo, WHO Umumkan Darurat Internasional

Wait 5 sec.

Seorang pekerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersiap untuk memberikan vaksinasi. Foto: Reuters/Kenny KatombeBadan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai darurat kesehatan internasional setelah lebih dari 80 orang dilaporkan meninggal dunia.Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Africa) melaporkan hingga Sabtu (16/5), terdapat 88 kematian dan 336 kasus suspek akibat wabah Ebola yang menyebar cepat di negara tersebut.Pada Minggu (17/5), WHO menyatakan wabah yang disebabkan strain Bundibugyo itu masuk kategori "public health emergency of international concern" atau darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.Dilansir Reuters, WHO memperingatkan jumlah kasus sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar dari data yang telah terdeteksi.Seorang pekerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan vaksinasi. Foto: Reuters/Kenny KatombeMenteri Kesehatan DR Kongo, Samuel-Roger Kamba, mengatakan situasi menjadi lebih rumit karena belum ada vaksin maupun pengobatan spesifik untuk strain Bundibugyo."Strain Bundibugyo tidak memiliki vaksin, tidak ada pengobatan spesifik," kata Kamba, seperti dikutip dari AFP."Strain ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, yang bisa mencapai 50 persen," lanjutnya.Strain Bundibugyo pertama kali diidentifikasi pada 2007. Virus tersebut kini juga dilaporkan telah menewaskan satu warga Kongo di negara tetangga, Uganda.Organisasi kemanusiaan Médecins Sans Frontières (MSF) menyebut penyebaran wabah berlangsung sangat mengkhawatirkan dan tengah menyiapkan respons skala besar.Petugas kesehatan membawa mayat korban Ebola untuk dimakamkan di pemakaman di Freetown, Sierra Leone, 21 Desember 2014. Foto: Reuters/Baz Ratner"Jumlah kasus dan kematian yang kami lihat dalam waktu singkat, ditambah penyebaran ke beberapa zona kesehatan hingga lintas perbatasan, sangat mengkhawatirkan," kata Manajer Program Darurat MSF, Trish Newport.Wabah terbaru ini terdeteksi di Provinsi Ituri, wilayah timur laut DR Kongo yang berbatasan dengan Uganda dan Sudan Selatan.Menurut otoritas kesehatan, pasien pertama merupakan seorang perawat yang datang ke fasilitas kesehatan di Kota Bunia pada 24 April dengan gejala menyerupai Ebola.Gejala Ebola meliputi demam tinggi, muntah, pendarahan, hingga gagal organ.Warga setempat mengatakan fasilitas isolasi sangat terbatas sehingga banyak pasien meninggal di rumah dan jenazahnya ditangani langsung oleh keluarga.