KKT Gelar Simulasi Ancaman Pembajakan Kapal di Pelabuhan Kariangau, Uji Kesiapan Keamanan Maritim

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) menggelar Table Top Exercise International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code 2026 di kawasan Pelabuhan Kariangau, Balikpapan, pada Rabu (13/5/2026).Kegiatan simulasi tahunan tersebut dilakukan untuk memperkuat sistem keamanan pelabuhan sekaligus mengantisipasi berbagai potensi ancaman maritim, mulai dari sabotase hingga upaya penguasaan kapal.Dalam latihan itu, KKT mengangkat skenario penyusupan oleh orang tidak dikenal menggunakan speed boat yang berupaya mengambil alih kapal peti kemas di area pelabuhan.Melalui simulasi tersebut, perusahaan menguji kesiapan prosedur pengamanan, koordinasi antarinstansi, hingga kecepatan pengambilan keputusan saat menghadapi situasi darurat.Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal, Enriany Muis, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi sistem keamanan pelabuhan berjalan sesuai standar nasional maupun internasional.“Kegiatan ini diharapkan dapat menjamin keamanan dan keselamatan aktivitas kepelabuhanan di PT Kaltim Kariangau Terminal serta memastikan implementasi ISPS Code berjalan secara efektif,” ujar Enriany dalam sambutannya.Menurutnya, pelaksanaan Table Top Exercise juga berkaitan dengan proses verifikasi pembaruan keamanan fasilitas pelabuhan, termasuk tahapan verifikasi keamanan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).Dalam simulasi tersebut, KKT melibatkan berbagai unsur pengamanan internal maupun eksternal, di antaranya Port Facility Security Officer (PFSO), Deputy PFSO, Security Control Room, patroli keamanan, kru kapal, hingga instansi seperti KSOP Kelas I Balikpapan, Polairud, Polsek KP3 Semayang, TNI AL Balikpapan, dan BKI.Enriany menilai keterlibatan lintas instansi sangat penting guna memastikan koordinasi penanganan keadaan darurat dapat berlangsung cepat dan terintegrasi apabila terjadi ancaman nyata di kawasan pelabuhan.“Harapan kami melalui kegiatan ini adalah terciptanya kesamaan persepsi dan pola penanganan antarunit terkait, sekaligus meningkatkan koordinasi dan pengambilan keputusan apabila terjadi situasi yang tidak diinginkan,” katanya.Ia menambahkan, keamanan pelabuhan memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran arus logistik serta stabilitas investasi di Kalimantan Timur. Sebagai salah satu terminal penting di wilayah tersebut, KKT dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendukung distribusi barang dan konektivitas perdagangan regional.Karena itu, penerapan Port Facility Security Plan (PFSP) harus dipahami dan dijalankan secara optimal oleh seluruh pihak yang terlibat dalam operasional pelabuhan.“Melalui Table Top Exercise ini, kami berharap implementasi Port Facility Security Plan yang telah disusun bersama dapat berjalan optimal dan dipahami oleh seluruh pihak terkait,” ungkap Enriany.Kegiatan simulasi keamanan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024 tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, serta Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pelayaran.Melalui latihan ini, KKT berharap sistem keamanan pelabuhan semakin responsif terhadap berbagai ancaman di sektor maritim modern sekaligus meningkatkan kepercayaan pengguna jasa terhadap keamanan aktivitas kepelabuhanan. (*)