Menlu RI Serukan BRICS Aktif Jaga Perdamaian Global di Pertemuan New Delhi

Wait 5 sec.

Dalam BRICS Foreign Ministers' Meeting di New Delhi, India, Kamis (14/5), Menlu Sugiono menekankan bahwa nilai terbesar BRICS terletak pada penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global masa depan.Ia mengingatkan agar BRICS senantiasa menjunjung tinggi hukum internasional secara adil, konsisten, dan tanpa standar ganda, karena tidak ada negara yang kebal hukum.Secara khusus, Menlu Sugiono mengangkat perihal gugurnya empat penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di UNIFIL (pasukan PBB di Lebanon) dan menyerukan akuntabilitas penuh bagi pihak yang bertanggung jawab, seraya menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian PBB adalah prinsip yang tidak boleh dikompromikan.Selain itu, ia menekankan pentingnya reformasi tata kelola global, termasuk sistem perdagangan dunia yang inklusif dan non-diskriminatif, serta menyambut baik penguatan New Development Bank (NDB) di mana Indonesia tengah menyelesaikan proses internal untuk bergabung. Tahun 2026 merupakan tahun kedua Indonesia sebagai anggota BRICS, yang juga bertepatan dengan perayaan 20 tahun BRICS.