Ragam kesenian yang ditampilkan pada Kirab Budaya Tatar Sunda Mahkota Ki Ajeg Sunda di Gedung Sate, Kota Bandung pada Minggu (17/5). Dok. Abisatya/kumparan. Foto: Abisatya Ramdhani/kumparanPuncak Kirab Budaya Tatar Sunda Mahkota Ki Ajeg Sunda berlangsung semarak sejak titik awal di Kiara Artha Park, Bandung pada Sabtu (16/5) pukul 19.30 WIB, hingga seluruh rangkaian berakhir di halaman Gedung Sate sekitar pukul 02.30 WIB, Minggu (17/5). Sepanjang rute, ribuan warga tumpah ruah mengiringi arak-arakan budaya yang membawa simbol kebesaran Sunda.Kirab malam itu menjadi bagian dari rangkaian Munggaran Milangkala Tatar Sunda. Warga berdiri berlapis di tepi jalan, menyambut rombongan yang bergerak perlahan dari timur kota yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM yang menunggangi kuda sepanjang rute kirab menuju Gedung Sate.Setibanya di halaman Gedung Sate, suasana semakin ramai. Warga bertahan menunggu momen puncak ketika rombongan tiba, menandakan antusiasme yang tidak surut.Ragam kesenian yang ditampilkan pada Kirab Budaya Tatar Sunda Mahkota Ki Ajeg Sunda di Gedung Sate, Kota Bandung pada Minggu (17/5). Dok. Abisatya/kumparan. Foto: Abisatya Ramdhani/kumparanDi Gedung Sate, iring-iringan KDM dan warga yang sudah menunggu kemudian disuguhkan beragam penampilan kebudayaan dari 27 Kota/Kabupaten di Jawa Barat dan 11 kebudayaan dari luar Provinsi Jawa Barat.KDM menyampaikan pesan sekaligus ucapan terima kasih kepada warga yang hadir pada Puncak Kirab Budaya Tatar Sunda Mahkota Ki Ajeg Sunda di halaman Gedung Sate, Minggu (17/5) dini hari. Ribuan warga yang memadati kawasan tersebut menjadi penanda kuat antusiasme masyarakat terhadap perhelatan budaya Sunda.Momen KDM menyampaikan pesan dan ucapan terima kasih pada warga yang hadir di Puncak Kirab Budaya Tatar Sunda Mahkota Ki Ajeg Sunda di halaman Gedung Sate, Kota Bandung pada Minggu (17/5). Dok. Abisatya Foto: Abisatya Ramdhani/kumparanDalam sambutannya, KDM menegaskan bahwa kirab ini merupakan bagian dari Munggaran Milangkala Tatar Sunda yang diharapkan menjadi pemantik semangat pembangunan di Jawa Barat dengan slogan “Lembur Diurus, Kota Ditata”.“Jadi ini merupakan kegiatan Munggaran Milangkala Tatar Sunda, mudah-mudahan ini menjadi semangat untuk membangun Tatar Jawa Barat, ‘Lembur Diurus, Kota Ditata’,” ujarnya.Ia juga menyoroti makna perjalanan Mahkota Binokasih yang tidak sekadar seremoni budaya, tetapi meninggalkan jejak penataan ruang melalui pembangunan pelataran di setiap daerah yang dilalui.“Setiap daerah yang dilalui sama Mahkota Binokasih, dibuatkan pelataran. Jadi sudah ada delapan konsep pelataran, ini (Kota Bandung) yang ke sembilan,” kata KDM.Ragam kesenian yang ditampilkan pada Kirab Budaya Tatar Sunda Mahkota Ki Ajeg Sunda di Gedung Sate, Kota Bandung pada Minggu (17/5). Dok. Abisatya/kumparan. Foto: Abisatya Ramdhani/kumparanMenurutnya, rute kirab dari Kiara Artha Park hingga Gedung Sate akan menjadi bagian dari rencana penataan pelataran Pakuan Padjadjaran pada 2027.“Dari Kiara Artha Park sampai ke Gedung Sate, 2027 kita tata pelataran Pakuan Padjadjaran,” tuturnya.KDM berharap kegiatan budaya malam itu menjadi titik awal membangun semangat pembangunan yang berlandaskan nilai “Tatali Paranti Karuhun Sunda”, sehingga masyarakat merasa mulia di tanah kelahirannya dan di mana pun mereka berada.“Mudah-mudahan kegiatan malam ini menjadi awal mula untuk membangun semangat pembangunan yang didasari Tatali Paranti Karuhun Sunda. Supaya kita menjadi ratu di tanah kelahiran, ke depannya kita menjadi ratu di tiap tempat yang kita tempati,” ucapnya.Ragam kesenian yang ditampilkan pada Kirab Budaya Tatar Sunda Mahkota Ki Ajeg Sunda di Gedung Sate, Kota Bandung pada Minggu (17/5). Dok. Abisatya/kumparan. Foto: Abisatya Ramdhani/kumparanMenutup sambutan, KDM menyampaikan terima kasih atas kehadiran warga yang memadati rute kirab sejak awal hingga akhir.“Terima kasih untuk semuanya, hari ini menjadi hari paling heboh, paling ramai, paling penuh. Dari Kiara Artha Park sampai ke Gedung Sate penuh oleh warga, menandakan orang Bandung, orang Jawa Barat, orang Indonesia cinta terhadap Tanah Sunda dalam rangka Milangkala Tatar Sunda, Jaya di Nusantara, Jaya di Buana. Terima kasih,” pungkasnya.