Habib Aboe Minta Polisi Jamin Keamanan Guru Ngaji yang Bongkar Transaksi Narkoba

Wait 5 sec.

Anggota Komisi III DPR, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi usai diperiksa MKD DPR terkait pernyataan ulama dan pesantren Madura di pusaran narkoba pada Selasa (14/4/2026). Foto: Abid Raihan/kumparanAnggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, merespons serius kasus Halimah Tusadiyah (HT), seorang guru ngaji di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang mendapat teror usai membongkar lapak transaksi narkoba. Aboe mendesak pihak kepolisian untuk segera memberikan jaminan keamanan kepada Halimah.Kasus ini mencuat setelah video Halimah menunjukkan lokasi transaksi sabu di dekat Rumah Tahfiz Al-Qur’an Ar Rahma, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, viral di media sosial.Buntut dari keberaniannya, Halimah sempat diintimidasi oleh keluarga terduga pengedar narkoba.Polresta Deli Serdang salurkan Al-Qur'an untuk guru ngaji yang berani melawan pengedar narkoba, Rabu (13/5/2026). Foto: Dok. Humas Polresta Deli Serdang"Saya meminta Polres Deli Serdang memberikan perlindungan penuh kepada Ibu Halimah Tusadiyah. Negara tidak boleh membiarkan warga yang berani melawan narkoba justru mendapat teror," tegas Habib Aboe dalam keterangannya, dikutip Sabtu (16/5).Ia mengapresiasi keberanian Halimah dalam melawan peredaran gelap narkotika di lingkungannya. Menurutnya, langkah sang guru ngaji tersebut patut menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya para pendidik."Beliau telah menunjukkan keberanian luar biasa dalam melindungi anak-anak dan generasi muda dari bahaya narkoba. Kepedulian seperti ini harus menjadi inspirasi bagi semua orang tua dan para guru ngaji lainnya," jelasnya.Aboe mendesak Polres Deli Serdang untuk bertindak tegas membongkar jaringan peredaran narkoba di wilayah tersebut. Ia menilai keberadaan lokasi transaksi narkoba di sekitar lembaga pendidikan agama adalah ancaman serius yang tidak bisa ditoleransi."Polres Deli Serdang harus bergerak cepat dan serius memberantas peredaran narkoba di wilayahnya. Jangan sampai ada transaksi narkoba di lingkungan rumah, apalagi tempat belajar ngaji," lanjutnya.Aboe juga meminta Polda Sumatera Utara (Polda Sumut) turun tangan memberikan supervisi. Hal ini untuk memastikan penanganan kasus narkoba berjalan transparan sekaligus menjamin keselamatan pelapor.“Saya meminta PoldaSu turun melakukan supervisi, baik terhadap penanganan kasus narkobanya maupun perlindungan terhadap Ibu Halimah,” katanya.Ke depan, ia mendorong jajaran kepolisian, khususnya di Sumut, untuk proaktif membangun kerja sama dengan para guru ngaji dan tokoh agama setempat sebagai bentuk pencegahan peredaran narkoba di akar rumput."Mereka memiliki kedekatan dengan masyarakat dan peran strategis dalam menyelamatkan generasi muda. Ini bisa menjadi program yang bagus di wilayah Sumut," pungkasnya.