Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono saat Rapat Kerja dan RDP dengan Komisi V di DPR RI, Senayan, Kamis (21/5/2026). Foto: YouTube/ TVR ParlemenKA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur ternyata tidak sesuai dengan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA). Hal ini terlihat karena rangkaian KA itu tiba lebih cepat sebelum waktu yang dijadwalkan.Itu terungkap dalam rapat Komisi V DPR RI dengan KNKT, Kementerian Perhubungan, dan Korlantas Polri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5)."Nah ini GAPEKA, yang kami coba tampilkan bahwa KA 5568 mengalami keterlambatan sekitar 8 menit, sedangkan KA Bromo Anggrek lebih cepat 3 menit dari waktu kedatangan di Stasiun Bekasi Timur," kata Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjanto.Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, kemudian meminta kepastian bahwa KA Argo Bromo Anggrek itu tidak patuh GAPEKA."Tidak patuh dengan GAPEKA berarti pergerakan kereta ini?" tanya Lasarus."Kami akan analisa lebih lanjut," jawab Soerjanto."Kesimpulannya begitu Pak ya. Berarti kan dia lebih cepat kan harusnya kan belum boleh berangkat dia kalau sesuai GAPEKA," kata Lasarus."Datanya adalah seperti ini Pak yang kami tampilkan," jelas Soerjanto.Adapun kecelakaan ini menewaskan 16 orang penumpang yang seluruhnya adalah perempuan.