Tinggalkan SKK Migas Kalsul, Azhari Idris Wariskan Penguatan SDM dan Peluang bagi Putra Daerah

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Menjelang akhir masa tugasnya sebagai Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul), Azhari Idris meninggalkan jejak kuat dalam pengembangan industri migas dan sumber daya manusia (SDM) lokal di Kalimantan Timur (Kaltim).Azhari Idris dijadwalkan mengakhiri masa tugasnya pada 1 Juni mendatang. Setelah lebih dari dua dekade berkecimpung di industri hulu migas, ia mengaku Kalimantan Timur telah menjadi bagian besar dalam hidupnya.“Kalimantan Timur bagi saya adalah kehidupan. Setengah umur saya habiskan di daerah ini,” ujarnya, saat berpamitan kepada insan media dalam kegiatan Farewell Coffee Morning yang digelar di Lim Kok Tong Kopi Tiam, pada Jumat (15/5/2026).Perjalanan karier Azhari Idris dimulai pada 2001 saat bergabung dengan Unocal Indonesia di Balikpapan. Setelah bertugas di Jakarta bersama SKK Migas pada 2010 dan sempat memimpin Badan Pengelola Migas Aceh pada 2016, ia kembali lagi ke Balikpapan untuk mengemban tugas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.Baginya, Kalimantan Timur bukan sekadar tempat bekerja. Salah satu anaknya lahir di Balikpapan dan tumbuh besar di kota minyak tersebut. Oleh karena itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Kalimantan Timur yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup keluarganya.“Saya merasa senang bisa berkontribusi untuk kegiatan hulu migas di provinsi ini. Prinsip saya sederhana, di mana pun berada harus bisa bermanfaat bagi orang lain,” katanya.Selama memimpin SKK Migas Kalsul, Azhari Idris dikenal aktif mendorong keterlibatan perusahaan lokal dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar ikut mengambil peran dalam industri hulu migas. lihat foto Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris. Foto: BorneoFlash/IstIa menyebut sejumlah BUMD di Kalimantan Timur kini mulai menjajaki berbagai program strategis, untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sumur minyak dan gas bumi.“Saya sudah membuka jalan dan memberikan kesempatan agar mereka bisa tumbuh, yang mana sebagian sedang berjalan dan sebagian lagi akan segera dikerjakan,” ujarnya.Menurut Azhari Idris, Kalimantan Timur masih memiliki masa depan cerah di sektor energi. Setelah sempat mengalami penurunan produksi, dalam lima tahun terakhir daerah ini kembali mendapatkan harapan baru dengan besarnya potensi cadangan migas di Selat Makassar dan Delta Mahakam.“Alhamdulillah, Kalimantan Timur mendapatkan berkah luar biasa. Kita tahu akan ada produksi besar di wilayah ini dan cadangan migas kita masih sangat besar,” katanya.Namun, warisan terbesar Azhari Idris tidak hanya pada sektor industri, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia lokal. Selama tiga tahun berturut-turut, SKK Migas bersama pemerintah daerah dan perusahaan migas mengirim putra-putri Kalimantan Timur, khususnya dari Kutai Kartanegara, mengikuti pelatihan pengelasan industri di Batam.Program itu menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera dan seluruh peserta disebut berhasil direkrut industri manufaktur nasional. Bahkan, dua peserta asal Kutai Kartanegara diterima bekerja di perusahaan manufaktur di Singapura.“Tidak ada lagi alasan putra daerah tidak mampu. Yang penting mereka diberi kesempatan,” tegasnya.Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga bulan dengan sistem asrama dan pendidikan khusus. Bahkan sebelum lulus, sejumlah perusahaan telah datang untuk merekrut peserta.Azhari Idris mengungkapkan biaya pendidikan untuk satu peserta mencapai sekitar Rp300 juta. Meski besar, ia menilai investasi itu sangat penting demi menciptakan generasi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.“Mereka diharapkan menjadi pionir dalam keluarganya dan membantu kehidupan ekonomi keluarganya,” ujarnya.Selain itu, ia juga mengajak media dan masyarakat untuk terus menjaga iklim positif industri migas di Kalimantan Timur karena sektor tersebut masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. lihat foto Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris Foto Bersama insan media dalam kegiatan Farewell Coffee Morning yang digelar di Lim Kok Tong Kopi Tiam, pada Jumat (15/5/2026). Foto: BorneoFlash/IstUsai menyelesaikan masa tugasnya, Azhari Idris akan kembali ke Jakarta untuk menuntaskan tugas akhir di SKK Migas. Posisinya akan digantikan oleh Haryanto Sapri yang sebelumnya bertugas di Sumatera dan Maluku.Azhari Idris optimistis penggantinya mampu melanjutkan bahkan meningkatkan capaian yang telah dirintis selama ini. “Kita terima beliau dengan baik sebagai bagian dari masyarakat di sini. Saya yakin beliau bisa berbuat lebih baik lagi untuk daerah ini,” ujarnya. (*)