Ilustrasi Raja Ampat. Foto: Dok: KemenparRaja Ampat siap untuk melakukan proses revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGGp), yang direncanakan akan dilakukan pada Agustus 2026 mendatang. Untuk itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, turut meninjau penguatan tata Kelola destinasi pariwisata kelas dunia, serta kesiapan revalidasi status UNESCO Global Geopark Raja Ampat.Dikutip dari keterangan resminya, proses revalidasi ini akan dilakukan oleh tim asesor UNESCO pada Agustus 2026 mendatang. Proses tersebut merupakan penilaian menyeluruh untuk menentukan keberlanjutan status UNESCO Global Geopark yang disandang Raja Ampat.Widiyanti menegaskan status UNESCO Global Geopark bukan sekadar pengakuan internasional, melainkan bentuk komitmen jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan kawasan.Ilustrasi Raja Ampat. Foto: Dok: Kemenpar"Status geopark dunia harus dijaga melalui tata kelola yang kuat, konservasi yang nyata, dan pelibatan masyarakat lokal," katanya.Lebih lanjut, Widiyanti menekankan pentingnya sinergi antara perlindungan lingkungan, penguatan tata kelola, dan pemberdayaan masyarakat local, agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara berkelanjutan.Dalam kunjungan ke Raja Ampat, WIdiyanti juga turut meninjau Desa Wisata Arborek yang meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Desa Arborek dinilai menjadi contoh pengembangan ekowisata yang mampu mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi masyarakat, dengan pelestarian budaya dan ekosistem laut."Desa Arborek adalah bukti nyata bahwa ekowisata, bukan hanya konsep di atas kertas. Di sini kita melihat bagaimana masyarakat mampu berdaya secara ekonomi, tanpa mengabaikan warisan leluhur dan kelestarian laut. Keberhasilan Arborek harus menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di Indonesia," ujar Widiyanti.