Nama Anak Alyssa Daguise Jadi Bahan Candaan, Psikolog Jelaskan Dampak bagi Ibu

Wait 5 sec.

Pasangan Al Ghazali menemani Alyssa Daguise saat melahirkan anak pertama. Foto: Instagram/ @alghazali7Nama anak pertama pasangan Alyssa Daguise dan Al Ghazali, Soleil Zephora Ghazali, tengah menjadi perhatian warganet di Sayangnya, nama tersebut justru dijadikan bahan candaan oleh sebagian netizen.Sebagai seorang ibu, Alyssa pun mengungkapkan kekesalannya lewat media sosial dan meminta publik menghargai nama yang telah dipilih, karena penuh makna dan doa untuk sang buah hati.“Aku tau nama Soleil mungkin terdengar unik buat sebagian orang, tapi tolong jangan dijadikan bahan bercanda ya. Nggak lucu. Namanya punya arti dan makna yang sangat spesial buat kita, jadi aku harap bisa dihargai, makasih.” tulis Alyssa di sosmednya.Nama Soleil sendiri artinya matahari dari bahasa Prancis, yang merupakan simbol cahaya dan energi positif.Pasangan Al Ghazali menemani Alyssa Daguise saat melahirkan anak pertama. Foto: Instagram/ @alghazali7"Kalau Zephora itu terinspirasi dari istri Nabi Musa. Karena jujur aja kalau cewek aku belum ada pikiran nama sebelumnya. Tapi nama Zephora ini dari aku kecil yang selalu pengin aku namain ke anak aku," jelas Al Ghazali ditemui wartawan JWCC Jakarta.Ya Moms, memilih nama untuk anak bukan sekadar memberi identitas, tetapi juga menyimpan harapan dan doa dari orang tua. Karena itu, candaan atau komentar negatif tentang nama anak sering kali terasa lebih sensitif, terutama bagi ibu yang baru melahirkan.Psikolog Anak dan Keluarga, Roslina Verauli, M.Psi.,Psi., menjelaskan ibu yang baru melahirkan umumnya memiliki naluri protektif yang sangat kuat terhadap bayinya. Dalam kondisi tersebut, bayi masih dipersepsikan sebagai bagian dari dirinya sendiri, sehingga komentar apa pun tentang sang anak dapat langsung memicu respons emosional.Penjelasan Psikolog soal Kenapa Candaan tentang Nama Anak Bisa Sangat MenyakitkanRoslina Verauli, psikolog keluarga saat mengisi acara Moms Mingle kumparanMOM. Foto: Dok. Willy HadinataMenurut Verauli, candaan yang mungkin dianggap lucu oleh orang lain bisa dirasakan sebagai ancaman oleh seorang ibu. Bukan hanya terhadap anaknya, tetapi juga terhadap identitas dirinya sebagai ibu.“Jadi bagi si ibu, candaan tadi gak jadi humor lagi buat mereka, tapi sudah dihayati sebagai threat. Threat di sini maksudnya ancaman terhadap identitas keakuannya, naluri protektif si ibunya, terhadap attachment-nya si ibu atas bayinya gitu,” ucapnya kepada kumparanMOM, Rabu (13/5).Ia menambahkan, kondisi biologis dan psikologis ibu setelah melahirkan juga membuat emosi menjadi lebih sensitif. Perubahan hormon, terutama meningkatnya hormon oksitosin, membuat ikatan emosional antara ibu dan bayi menjadi sangat kuat.Ilustrasi ibu dan bayi. Foto: Shutter StockAkibatnya, komentar kecil sekali pun bisa terasa seperti serangan, apalagi jika menyangkut nama bayi yang sudah dipilih penuh makna oleh orang tua.“Nama yang dipilihkan oleh orang tua kan adalah nama yang sudah jadi kayak harapan, doa gitu. Yang sudah benar-benar dimaknai dalam cara-cara yang udah tertentu gitu, bahkan sakral kadang-kadang,” imbuhnya.Selain faktor hormonal, masa postpartum juga menjadi periode yang tidak mudah bagi ibu. Kurang tidur, kelelahan, perubahan peran, hingga proses beradaptasi sebagai orang tua baru membuat kondisi emosional ibu lebih rentan.Kita Semua Harus Lebih Peka pada Kondisi Ibu yang Baru MelahirkanIlustrasi Ibu baru melahirkan memiliki rasa khawatir. Foto: aslysun/ShuttterstockVerauli juga menilai, lingkungan sekitar perlu lebih berhati-hati dalam bercanda, terutama di depan ibu yang baru melahirkan. Menurutnya, momen setelah persalinan adalah masa ketika ibu sangat membutuhkan dukungan emosional, bukan tambahan tekanan.“Kita boleh lho, bercanda apa pun, tapi jangan pernah candain bayi yang baru dilahirkan di depan ibunya. Itu big no banget,” tegasnya.Ia juga menyarankan agar ibu tidak memendam rasa tidak nyaman jika merasa tersinggung oleh komentar orang lain. Itulah kenapa dukungan dari pasangan dan orang terdekat sangat penting untuk membantu ibu melewati masa postpartum dengan lebih baik.Selain itu, masyarakat juga diharapkan lebih sadar untuk menjaga ucapan dan menghargai pilihan nama yang diberikan orang tua kepada anaknya.“Yuk kita support ibu-ibu, jangan kasih beban yang berlebihan lagi pada ibu-ibu yang baru melahirkan. Kita yang lebih mulai aware gitu, mawas diri,” tutupnya.