Istilah PCOS Dinilai Tak Tepat, Bisa Hambat Penanganan pada Jutaan Perempuan

Wait 5 sec.

Istilah PCOS Dinilai Tak Tepat, Bisa Hambat Penanganan pada Jutaan Perempuan. Foto: ShutterstockSelama ini, Polycystic Ovarian Syndrome atau PCOS lebih sering dikenal sebagai gangguan hormon yang berkaitan dengan ovarium dan kesuburan perempuan. Padahal, kondisi ini sebenarnya jauh lebih kompleks.Menurut studi yang dipublikasikan dalam The Lancet Summit pada 2026, PCOS diperkirakan dialami oleh satu dari delapan perempuan di dunia atau lebih dari 170 juta orang. Namun ironisnya, istilah PCOS justru dinilai menjadi salah satu alasan banyak perempuan terlambat mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.Para peneliti menilai nama PCOS terlalu menyederhanakan kondisi tersebut karena hanya menyoroti ovarium dan kista, sementara gangguan ini sebenarnya melibatkan banyak sistem dalam tubuh. PCOS juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan metabolik seperti obesitas, resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular, hingga gangguan reproduksi seperti menstruasi tidak teratur, infertilitas, dan komplikasi kehamilan.Istilah PCOS Dinilai Tak Tepat, Bisa Hambat Penanganan pada Jutaan Perempuan. Foto: ShutterstockSelain itu, banyak perempuan dengan PCOS juga mengalami masalah psikologis seperti kecemasan dan depresi, serta keluhan dermatologis seperti jerawat dan pertumbuhan rambut berlebih di wajah atau tubuh.Karena istilahnya dianggap terlalu sempit, banyak orang memahami PCOS hanya sebagai penyakit ovarium atau sekadar masalah kesuburan. Akibatnya, gejala lain sering diabaikan atau tidak dikaitkan dengan kondisi tersebut. Tidak sedikit perempuan yang baru mengetahui dirinya mengalami PCOS setelah bertahun-tahun mengalami siklus haid tidak teratur, berat badan sulit turun, atau gangguan hormon lainnya.Dalam studi tersebut, peneliti menyebut bahwa istilah PCOS yang tidak akurat telah memicu stigma, memperlambat diagnosis, hingga mengganggu efektivitas pengobatan dan riset medis.Istilah PCOS Dinilai Tak Tepat, Bisa Hambat Penanganan pada Jutaan Perempuan. Foto: Shutterstock“Nama kondisi medis (PCOS) ini tidak akurat dan keliru, sehingga mengaburkan ciri-ciri multisistem metabolik dan endokrin dari kondisi ini; menyebabkan stigma; memperlambat diagnosis; serta mengganggu pengobatan klinis, riset, dan penyelarasan kebijakan yang efektif,” tulis peneliti dalam studi tersebut.Karena alasan inilah, pada 2026 ini komunitas medis global akhirnya menyepakati perubahan nama PCOS menjadi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS) untuk menggambarkan kondisi tersebut secara lebih menyeluruh.