Presiden AS Donald Trump memberikan gestur saat bertolak dari Bandara Internasional Ibu Kota Beijing dengan menggunakan Air Force One di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERSPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya akan berbicara dengan Presiden Taiwan Lai Ching-te di tengah pembahasan soal penjualan senjata AS ke pulau tersebut.Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Washington pada Rabu (21/5)."Saya akan berbicara dengannya. Saya berbicara dengan semua orang," kata Trump, seperti dilansir AFP.Trump juga menyinggung pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping saat kunjungan kenegaraan ke Beijing pekan lalu."Saya menjalani pertemuan yang sangat baik dengan Xi Jinping," ujarnya.Trump menambahkan pemerintahannya akan menangani isu Taiwan ke depan."Kami akan mengurus itu, masalah Taiwan," katanya.Presiden Taiwan Lai Ching-te melambaikan tangan di podium selama perayaan Hari Nasional di depan Kantor Kepresidenan di Taipei pada tanggal 10 Oktober 2024. Foto: Walid Berrazeg/AFPPernyataan Trump muncul saat Gedung Putih masih mempertimbangkan paket penjualan senjata baru untuk Taiwan.Taiwan selama ini sangat bergantung pada dukungan militer AS untuk menghadapi potensi ancaman dari China.Pemerintah Taiwan juga berada di bawah tekanan untuk meningkatkan belanja pertahanan, termasuk melalui investasi ke perusahaan-perusahaan AS.Peta China dan Taiwan. Foto: ShutterstockSebelumnya, Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo mengatakan pihaknya tetap "optimistis secara hati-hati" terkait penjualan senjata dari AS meski Trump masih mempertimbangkan paket penjualan baru untuk Taiwan.Pada Desember 2025, pemerintahan Trump menyetujui paket senjata senilai USD 11 miliar (sekitar Rp 194 triliun) untuk Taiwan, yang disebut sebagai paket terbesar sepanjang sejarah.Sementara itu, paket kedua senilai sekitar USD 14 miliar (sekitar Rp 241 triliun) hingga kini masih menunggu persetujuan resmi.