Rupiah Melemah, Daihatsu Masih Tahan Kenaikan Harga Mobil

Wait 5 sec.

Logo pabrikan otomotif asal Jepang, Daihatsu. Foto: ShutterstockPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memberi tekanan terhadap industri otomotif nasional. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi biaya produksi kendaraan, terutama untuk komponen yang masih bergantung pada impor.Meski demikian, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani memastikan, belum melakukan penyesuaian harga mobil Daihatsu hingga saat ini.“Selama 4 bulan sejauh ini tidak ada kenaikan harga, termasuk Rocky Hybrid (CBU Jepang) masih Rp 299,850 juta,” ujar Sri saat ditemui di diler Daihatsu Astra Biz Center BSD, Tangerang, Rabu (20/5).Mobil Rocky hybrid ditampilkan saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanIa menjelaskan, pabrik Daihatsu tetap terdampak fluktuasi nilai tukar karena masih menggunakan sejumlah komponen impor. Namun, perusahaan berupaya menjaga keberlangsungan industri melalui berbagai langkah internal.Menurutnya, tingkat lokalisasi kendaraan Daihatsu di Indonesia saat ini sudah berada di atas 80 persen. Namun, masih terdapat beberapa komponen yang berasal dari luar negeri sehingga tetap terpengaruh depresiasi rupiah.“Di ADM itu sudah lebih dari 80 persen. Tapi tetap ada beberapa komponen yang memang impor,” katanya.Ilustrasi aktivitas di pabrik baru Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2) milik Astra Daihatsu Motor (ADM) yang berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta, di Karawang Timur, Jawa Barat. Foto: Astra Daihatsu Motor Untuk menekan dampak kenaikan biaya produksi, Daihatsu melakukan efisiensi di sektor manufaktur, sekaligus mengupayakan pengembangan lokalisasi komponen bersama rantai pasok.“Kami restruktur biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing. Lalu kita ada pembahasan juga dengan total supply chain kita untuk mencari solusi dalam pengembangan lokalisasi dari beberapa komponen impor,” lanjutnya.Daihatsu juga membuka peluang penambahan komponen lokal dalam jangka pendek hingga menengah. Proses tersebut disebut berlangsung secara bertahap.“Ada yang short term, ada yang mid term. Short term dalam jangka 6 bulan, yang mid term ada yang 1 tahun sampai 1,5 tahun,” ujarnya.Ilustrasi aktivitas di pabrik baru Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2) milik Astra Daihatsu Motor (ADM) yang berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta, di Karawang Timur, Jawa Barat. Foto: Astra Daihatsu Motor Meski belum menaikkan harga kendaraan, Daihatsu mengakui depresiasi rupiah dapat berdampak pada seluruh industri otomotif nasional. Karena itu, perusahaan akan memantau perkembangan kondisi ekonomi ke depan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.“Saya yakin akan ada penyesuaian. Tapi apa yang akan dilakukan Daihatsu akan dilakukan dengan sangat hati hati dan prudent. Artinya tidak semua dilakukan dan di-deploy kepada customer,” tuntasnya.