Bagaimana Jika Paspor Jemaah Haji Rusak saat di Tanah Suci?

Wait 5 sec.

Petugas menata paspor seusai dicetak di Kantor imigrasi kelas II Non TPI Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Selasa (30/12/2025). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTOMasalah paspor rusak kerap terjadi terhadap sebagian jemaah haji Indonesia saat berada di Tanah Suci. Mulai dari paspor yang basah terkena air minum atau parfum di dalam tas, robek, hingga halaman yang bolong akibat terkena staples dari pihak maktab (masyariq).Menanggapi keluhan tersebut, Staf Teknis Imigrasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Okky Aditya Yaqsa, meminta jemaah tidak perlu panik. Pihak Imigrasi KJRI Jeddah siap melakukan penanganan cepat."Kami kemarin sudah menyampaikan ke Kepala Daerah Kerja (Daker) baik di Madinah maupun di Makkah, apabila ada jemaah yang melaporkan kondisi paspornya rusak untuk segera dilaporkan ke kami," ujar Okky saat diwawancarai di Jeddah, Rabu (20/5).Okky menjelaskan, penanganan paspor rusak ini juga didasarkan pada hasil koordinasi dan komunikasi yang intens dengan pihak imigrasi bandara di Indonesia sebelum keberangkatan jemaah.Okky menyebut, agar kebutuhan paspor bisa cepat ditangani, pihaknya akan mengeluarkan dokumen Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Surat ini juga bisa menjadi pegangan jemaah jika paspornya rusak.Staf Teknis Imigrasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Foto: Dok. MCH 2026"Saat ini akan tetap kita berikan SPLP. Untuk kepulangan, dan pastinya fungsinya sama untuk kepulangan yang bersangkutan kembali ke Indonesia," jelas Okky.Bagi jemaah yang khawatir paspor lamanya akan ditahan, Okky memastikan bahwa paspor lama tersebut akan dikembalikan kepada jemaah setelah diproses secara administratif."Paspor lama yang (rusak) pun akan kita batalkan (secara sistem) dan tetap akan kita berikan ke yang bersangkutan," pungkasnya.Pihak KJRI Jeddah mengimbau agar jemaah yang mengalami masalah paspor rusak segera melapor ke petugas kloter atau pihak Dakar setempat sedini mungkin. Langkah ini penting agar proses penerbitan SPLP bisa rampung jauh-jauh hari sebelum jadwal kepulangan jemaah ke Tanah Air.