Disdikbud Samarinda Tuntaskan Penempatan Siswa SPMB, Siapkan Sinergi dengan Pesantren

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SAMARINDA  – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda terus menuntaskan penempatan peserta didik yang belum mendapatkan sekolah pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Hingga pertengahan Juli, jumlah siswa yang masih menunggu penyaluran terus berkurang seiring proses pendataan dan komunikasi yang dilakukan dinas.Kepala Bidang SMP Disdikbud Samarinda, M. Wahidudin, mengatakan saat ini masih terdapat 16 siswa yang belum melapor kepada Disdikbud. Jumlah tersebut berkurang setelah satu siswa kembali menghubungi pihak dinas untuk mendapatkan penempatan sekolah.“Pokoknya sesegera mungkin akan kita salurkan semuanya. Tinggal 16, karena ada satu yang sudah melapor lagi. Yang 16 itu silakan melapor karena kami akan kesulitan melacak kalau mereka tidak melapor. Kalau sudah melapor, akan langsung kita distribusikan,” ujarnya pada Kamis (16/7/2026).Menurut Wahidudin, sekolah-sekolah negeri yang masih memiliki daya tampung tersedia di sejumlah wilayah. Karena itu, pihaknya memastikan seluruh siswa yang belum memperoleh sekolah tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan tempat belajar.Disdikbud juga menegaskan penempatan siswa akan mempertimbangkan lokasi tempat tinggal agar tidak menimbulkan kesulitan bagi peserta didik maupun orang tua. Pemetaan domisili menjadi salah satu prioritas dalam proses distribusi.“Kuota sekolah masih banyak, asal yang bersangkutan mau masuk ke sekolah. Nanti kita lihat petanya, termasuk rumah yang bersangkutan di mana. Jangan sampai yang tinggal di Samarinda Utara ditempatkan di Loa Janan Ilir. Itu tidak manusiawi. Prioritas kami adalah sekolah yang terdekat,” katanya.Ia menjelaskan, sekolah yang masih memiliki kursi kosong umumnya berada di kawasan pinggiran kota seperti Palaran, Bantuas, Sungai Siring, hingga Loa Janan. Kondisi tersebut dinilai masih memungkinkan untuk menampung seluruh siswa yang belum mendapatkan sekolah pada proses SPMB tahun ini.Selain fokus menyelesaikan proses penempatan siswa, Disdikbud Samarinda juga mulai menjalin koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) terkait penguatan mutu pendidikan di lingkungan pondok pesantren.Menurut Wahidudin, perkembangan pesantren saat ini tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga banyak yang menyelenggarakan pendidikan formal mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan Kemenag dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.“Kita harus sinkronisasi dulu pemahaman pesantren itu antara Kemenag dengan Kemendikdasmen. Bukan berarti karena kewenangannya di Kemenag lalu kita tidak bisa berkontribusi. Secara kelembagaan pendidikan, kita juga harus punya andil memperbaiki sistem pendidikan, termasuk di pondok pesantren,” jelasnya.Ia menambahkan, pembahasan lebih lanjut terkait bentuk kerja sama akan dilakukan setelah tahapan sosialisasi selesai. Disdikbud berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat kualitas pendidikan di pesantren sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh di Kota Samarinda.Melalui langkah tersebut, Disdikbud tidak hanya berupaya memastikan seluruh siswa mendapatkan akses pendidikan yang layak, tetapi juga mendorong penguatan ekosistem pendidikan melalui kerja sama lintas lembaga demi menciptakan kualitas pendidikan yang lebih merata dan berkelanjutan.