Prabowo di Harkopnas: Bakal Tertibkan BUMN-Koperasi Jadi Kunci Lawan Korupsi

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Hari Koperasi Nasional 2026 dengan tajuk "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah memperkuat koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus mengumumkan rencana menertibkan badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilainya menjadi sumber praktik korupsi.Prabowo tiba sekitar pukul 14.10 WIB dan disambut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih. Hadir pula Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Herindra, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.Momen kebersamaan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin di acara Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, Jakarta pada Minggu (12/7/2026). Foto: Dok. IstimewaDalam pidatonya, Prabowo mengatakan pemerintah akan melakukan pembenahan terhadap BUMN sebagai bagian dari upaya memberantas korupsi."BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi," kata Prabowo.Ia kembali mengingatkan para pelaku korupsi agar menghentikan praktik penyalahgunaan uang negara dan mengembalikan kerugian yang telah ditimbulkan."Hei para koruptor sadar diri! Hentikan praktik-praktik kau, hentikan! Rakyat tidak bodoh! Hentikan! Kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik," tegasnya.Presiden Prabowo Subianto tiba menghadiri Hari Koperasi Nasional 2026 dengan tajuk "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenKopdes Berawal dari Pengalaman di DesaPrabowo menjelaskan gagasan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih bukan muncul secara tiba-tiba. Ide tersebut, kata dia, telah tumbuh sejak masih bertugas sebagai prajurit TNI ketika melihat langsung kondisi masyarakat di pedesaan.Menurut Prabowo, pengalaman menyaksikan warga hidup dalam kemiskinan hingga kelaparan membuatnya meyakini koperasi merupakan instrumen terbaik untuk memperkuat ekonomi rakyat.Ia juga mengungkapkan banyak petani selama ini terjerat pinjaman berbunga tinggi dari rentenir sehingga hasil panen tidak mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.Karena itu, pemerintah mendorong pembentukan koperasi simpan pinjam di setiap desa agar masyarakat memperoleh akses pembiayaan dengan bunga yang lebih murah."Saya berpikir tidak ada jalan, rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia," ujarnya.Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Hari Koperasi Nasional 2026 dengan tajuk "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenAjak Elite Politik Jaga PersatuanDalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengajak seluruh kekuatan politik menjaga persatuan setelah kontestasi pemilu.Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi tidak boleh berujung pada tindakan anarkistis."Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Enggak ada masalah. Siapa yang menang, monggo," katanya.Prabowo mengingatkan agar pihak yang kalah tidak menghasut kerusuhan ataupun aksi kekerasan.Ia mencontohkan pengalamannya yang beberapa kali kalah dalam pemilihan presiden, namun tetap menghormati hasil pemilu dan tidak pernah mengajak pendukung melakukan tindakan anarkistis.Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Hari Koperasi Nasional 2026 dengan tajuk "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenSelingi Pidato dengan CandaanPidato Prabowo juga beberapa kali diselingi candaan. Ia sempat mengaku banyak wartawan menunggu dirinya terpeleset saat berbicara."Media lagi nunggu saya bicara kepeleset. Enggak apa-apa. Wartawan sama gue itu kawan," ujarnya.Prabowo juga menyinggung kemunculan angka delapan yang menurutnya sering hadir dalam berbagai momen penting hidupnya. Ia menyebut hal itu sebagai "tondo-tondo" atau pertanda, yang disambut tawa para peserta.Selain itu, Prabowo bercerita dirinya tetap menghadiri acara meski sehari sebelumnya mengalami flu dan sakit tenggorokan. Ia berkelakar khawatir dimarahi kakeknya, Margono Djojohadikusumo, dan ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, jika tidak hadir pada peringatan Hari Koperasi.Puncak Hari Koperasi Nasional ke-79 tahun 2026 mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" dan menjadi bagian dari rangkaian Bulan Koperasi yang digelar sepanjang Juli untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.