BorneoFlash.com, PASER – Krisis pasokan benih ikan berkualitas kini tengah membayangi para pembudidaya di Kabupaten Paser. Banyak kelompok pembudidaya mengeluhkan sulitnya mendapatkan bibit unggul yang tahan penyakit, sehingga memicu kekhawatiran akan terjadinya gagal panen massal pada komoditas perikanan air tawar di wilayah tersebut.Menanggapi situasi kritis ini, Dinas Perikanan dipaksa ekstra bekerja guna menyelamatkan sektor perikanan lokal. Langkah darurat segera diambil dengan menyusun program pengadaan benih secara besar-besaran untuk dibagikan kepada kelompok peternak ikan yang terdampak.Kepala Dinas Perikanan Paser, Rudy, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat lesunya produktivitas kolam warga. Pihaknya berjanji akan menyaring ketat dan memprioritaskan kelompok pembudidaya yang benar-benar siap serta memenuhi kriteria untuk menerima kucuran bantuan ini.“Upaya penyelamatan ini dengan mengisi kolam-kolam yang kosong, kami membidik target yang lebih besar, yakni menjadikan momentum ini sebagai pembuktian bahwa wilayah Paser mampu mandiri secara pangan tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah,” bebernya, pada Senin (13/7/2026).Selama ini, ketergantungan konsumsi ikan warga Paser pada daerah tetangga dinilai masih cukup tinggi. Dengan merangsang kembali produktivitas para pembudidaya lokal, pemerintah berharap pasar domestik segera dikuasai oleh hasil panen dari jerih payah masyarakat Paser sendiri.Berdasarkan data evaluasi tahun-tahun sebelumnya, tantangan terbesar berada pada penanganan komoditas ikan air tawar. Jenis lele dan nila menjadi primadona yang paling rentan terserang hama, sehingga memerlukan perhatian ekstra dalam proses pembibitannya kali ini.“Secara keseluruhan, sebanyak 119 ribu ekor benih siap sebar kini tengah dipersiapkan di balai-balai benih. Penyaluran massal dijadwalkan rampung pada tahun ini demi memastikan roda ekonomi para peternak ikan di Kabupaten Paser kembali berputar normal,” jelasnya. (*)