Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockBursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (10/7), dengan S&P 500 yang naik hanya terpaut tipis dari rekor tertingginya. Penguatan ini didorong oleh debut spektakuler perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan SK Hynix di bursa AS yang kembali membangkitkan optimisme terhadap saham-saham produsen chip memori.Di saat yang sama, investor mulai mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan kuartal II yang akan dimulai pekan depan.Mengutip Reuters, S&P 500 naik 0,42 persen ke level 7.575,39, atau hanya sekitar 0,45 persen di bawah rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 2 Juni lalu. Sementara itu, Nasdaq menguat 0,29 persen menjadi 26.281,61, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,29 persen ke 52.637,01.Sentimen positif terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) kembali menguat setelah SK Hynix ditutup melonjak 13 persen di atas harga penawaran umum perdananya dalam debut yang mendapat perhatian besar di Wall Street. Perusahaan semikonduktor tersebut berhasil menghimpun dana lebih dari USD 26 miliar melalui penjualan American Depositary Receipts (ADR) yang dipatok pada harga USD 149 per saham.Reli pasar saham AS juga mendapat dorongan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran meminta untuk melanjutkan perundingan dan AS menyetujuinya. Meski demikian, Trump menegaskan gencatan senjata yang diumumkan pada Juni telah berakhir.Sebelumnya, serangan yang saling dilancarkan antara AS dan Iran sepanjang pekan ini kembali memicu kekhawatiran lonjakan harga energi dapat meningkatkan inflasi dan mendorong Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga.Fokus pasar kini beralih ke musim laporan keuangan kuartal II yang akan dimulai pekan depan, diawali oleh laporan sejumlah bank besar AS. Berdasarkan data LSEG I/B/E/S, analis memperkirakan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 akan melonjak 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan sektor teknologi menjadi motor utama pertumbuhan tersebut.Kepala Strategi Ekuitas U.S. Bank Wealth Management, Terry Sandven, mengatakan kuartal ini menjadi periode yang penuh tantangan dengan ruang kesalahan yang sangat sempit.“Kuartal ini memiliki standar yang sangat tinggi dengan margin kesalahan yang sempit. Laporan bank-bank besar akan memberi gambaran yang baik mengenai kekuatan fundamental ekonomi serta aktivitas konsumen dan pelaku usaha,” ucap Sandven.Seiring meningkatnya proyeksi laba perusahaan, valuasi S&P 500 kini diperdagangkan sekitar 20 kali estimasi laba, turun dari sekitar 21 kali pada akhir Mei, meskipun indeks acuan tersebut masih berada di dekat rekor tertingginya.Saham-saham produsen chip menjadi salah satu pendorong utama reli pasar sepanjang tahun ini berkat optimisme terhadap belanja besar perusahaan teknologi untuk pengembangan AI. Namun, kekhawatiran terhadap valuasi yang dinilai terlalu tinggi dan aksi ambil untung belakangan ini masih memicu volatilitas di sektor tersebut.Sebanyak 8 dari 11 sektor dalam S&P 500 ditutup menguat. Sektor teknologi informasi memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,65 persen, disusul sektor consumer discretionary yang naik 1,46 persen. Sementara itu, PHLX Semiconductor Index bertambah 0,06 persen, menandai penguatan selama tiga hari berturut-turut.Secara mingguan, S&P 500 menguat 1,2 persen, Nasdaq naik 1,7 persen sedangkan Dow Jones melemah 0,5 persen.Di jajaran saham individual, Meta Platforms melonjak 6 persen hingga mencapai level tertinggi sejak April. Sebaliknya, saham Moderna anjlok hampir 11 persen, menjadi penurunan harian terburuk perusahaan tersebut dalam lebih dari satu tahun.Pekan depan, investor juga akan mencermati rilis data inflasi AS untuk Juni yang dinilai dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Selain itu, Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan House Committee on Financial Services.Di sisi lain, saham Delta Air Lines turun 1,8 persen, meskipun maskapai tersebut memproyeksikan laba kuartal III di atas ekspektasi pasar. Volume perdagangan di bursa AS relatif tipis, dengan sekitar 14,5 miliar saham berpindah tangan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 22,4 miliar saham selama 20 sesi perdagangan sebelumnya.