Foto: REUTERS/Claudia MoralesFoto: REUTERS/Claudia MoralesFoto: REUTERS/Claudia MoralesFoto: REUTERS/Claudia MoralesSejumlah perempuan mengenakan pakaian tradisional Cholita bersiap mengikuti kompetisi skateboard sebagai simbol kebanggaan budaya sekaligus bentuk perlawanan terhadap stigma yang selama ini melekat pada perempuan keturunan masyarakat adat di La Paz, Bolivia, Kamis (16/7/2026).Para peserta tampil dengan rok lipit berlapis berwarna-warni (pollera) dan topi bowler hitam, busana khas perempuan Cholita, saat beraksi di arena Skater.Bagi mereka, kompetisi ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga ruang untuk menunjukkan bahwa perempuan Cholita mampu berprestasi tanpa meninggalkan identitas budaya mereka.Melalui penampilan dan aksi di atas papan skateboard, mereka berupaya menepis diskriminasi, rasisme, serta budaya machismo yang masih dihadapi sebagian perempuan di Bolivia.Meski semakin mendapat pengakuan di berbagai bidang, para perempuan Cholita masih menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan kehidupan yang setara, mandiri, dan bebas dari prasangka sosial.Para wanita yang mengenakan pakaian tradisional Cholita menampilkan trik skateboard selama kompetisi seluncur Cholita di La Paz, Bolivia, 16 Juli 2026. Foto: REUTERS/Claudia Morales