Aktivitas ekspor mobil Toyota Indonesia melalui Pelabuhan Patimban. Foto: Dok. TMMIN Industri otomotif Indonesia membuka paruh pertama 2026 dengan catatan positif. Hingga Juni 2026, ekspor mobil utuh atau completely built up (CBU) mencapai 251.704 unit atau tumbuh 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 233.648 unit.Kinerja positif tersebut juga diikuti sektor komponen otomotif. Sepanjang semester I 2026, pengiriman komponen ke berbagai negara tujuan mencapai 25.718.510 pieces. Sementara itu, produksi komponen kendaraan roda empat di dalam negeri pada kuartal I 2026 turut meningkat 14 persen secara tahunan.Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Putu Juli Ardika menyampaikan, capaian tersebut menjadi modal penting bagi industri otomotif nasional dalam menghadapi paruh kedua tahun ini."Kinerja ekspor hingga Juni 2026 total pengiriman mobil telah mencapai 251.704 unit jika dibandingkan periode sama 2025 lalu tercatat 233.648 unit angka ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 7,7 persen. Sektor komponen otomotif melonjak. Total pengiriman 25.718.510 pieces ke berbagai negara tujuan," ujar Putu di konferensi pers GIIAS 2026 di Jakarta, Senin (13/7).Aktivitas ekspor mobil Toyota Indonesia melalui Pelabuhan Patimban. Foto: Dok. TMMIN Menurut dia, pertumbuhan ekspor tersebut tidak terlepas dari membaiknya aktivitas produksi di dalam negeri. Hal itu tercermin dari pertumbuhan produksi komponen kendaraan roda empat yang masih mencatatkan kenaikan dua digit pada kuartal pertama tahun ini."Semua catatan positif ini juga didukung sektor produksi di dalam negeri di mana komponen kendaraan roda empat tumbuh 14 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026," katanya.Aktivitas ekspor yang tetap tumbuh juga menjadi sinyal bahwa pasar global masih menjadi salah satu penopang industri otomotif nasional. Di tengah dinamika permintaan domestik, pengiriman kendaraan dan komponen ke berbagai negara masih menunjukkan daya saing manufaktur Indonesia yang terjaga.Selain mobil utuh, ekspor kendaraan dalam bentuk completely knocked down (CKD) dan komponen juga terus memberikan kontribusi terhadap kinerja industri.Seremoni produksi 160 ribu mobil Wuling di Indonesia dan ekspor perdana Cloud EV ke ASEAN. Foto: dok. Wuling MotorsData Gaikindo menunjukkan, Toyota masih menjadi eksportir mobil CBU terbesar dari Indonesia, disusul Daihatsu dan Mitsubishi. Sementara pada kategori CKD, Mitsubishi Motors menjadi penyumbang terbesar, diikuti Hyundai dan Suzuki."Pencapaian positif ini menjadi dasar yang sangat kuat dalam menyambut GIIAS 2026. Kemajuan yang dicapai saat ini tentu sangat menggembirakan terutama melihat kuatnya angka produksi dalam negeri dan ekspor yang terus terjaga dengan bagus," tutup Putu.Ekspor CBU Jan-Jun 2026Toyota: 80.820 unitDaihatsu: 66.004 unitMitsubishi: 62.145 unitHyundai: 22.147 unitSuzuki: 9.584 unit.Ekspor CKD Jan-Jun 2026Mitsubishi: 25.490 setHyundai: 7.230 setSuzuki: 6.092 setWuling: 618 set.Ekspor Komponen Jan-Jun 2026Toyota: 89.207.465 pcsHonda: 7.006.780 pcsHino: 665.480 pcsHyundai: 31.566 pcsSuzuki: 22.032 pcs.