Populer: OJK Cabut Izin Usaha BPRS; Industri Mamin RI Ekspansi Global

Wait 5 sec.

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana PutraPencabutan izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Hasanah Mandiri oleh OJK menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (17/7). Ekspansi global industri makanan dan minuman (mamin) asal Indonesia, PT Multi Citra Rasa (Rasa Group) juga jadi berita populer.Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:OJK Cabut Izin Usaha Bank di Depok, LPS Siapkan Proses LikuidasiOtoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Hasanah Mandiri yang berlokasi di Depok. Keputusan ini tertuang dalam Nomor KEP-57/D.03/2026 pada 16 Juli 2026, sebagai bagian dari tindakan pengawasan OJK untuk menjaga stabilitas dan memperkuat industri perbankan serta menjaga kepercayaan masyarakat. Bank tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai bank dengan status pengawasan BPR Syariah Dalam Penyehatan (BDP) pada 3 Juli 2025, sebelum statusnya naik menjadi BPR Dalam Resolusi (BDR) pada 2 Juli 2026 karena kondisinya tidak kunjung membaik.Kondisi finansial BPRS Hasanah Mandiri menunjukkan rasio Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) yang sangat rendah, yakni negatif 47,98 persen, jauh di bawah ketentuan yang berlaku. Selain itu, cash ratio rata-rata bank selama tiga bulan terakhir hanya sebesar 0,61 persen, yang juga jauh di bawah batas minimal 5 persen. Upaya yang diberikan OJK kepada pengurus dan pemegang saham untuk memperbaiki kondisi permodalan sesuai POJK Nomor 28 Tahun 2023 tidak berhasil dilakukan, sehingga menyebabkan keputusan pencabutan izin usaha.Menindaklanjuti keputusan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Nomor 99/ADK3/2026 tanggal 8 Juli 2026, OJK kemudian mencabut izin usaha BPRS Hasanah Mandiri. Dengan pencabutan izin ini, LPS akan segera menjalankan fungsi penjaminan simpanan nasabah sekaligus melaksanakan proses likuidasi, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). OJK mengimbau nasabah untuk tetap tenang, menegaskan bahwa dana masyarakat yang disimpan di perbankan, termasuk BPR, tetap dijamin oleh LPS selama memenuhi ketentuan yang berlaku.Industri Mamin RI Ekspansi ke Pasar Global, Bidik AS-Timur Tengahcom-Arla, ilustrasi makanan dan minuman organik Foto: ShutterstockIndustri makanan dan minuman (mamin) asal Indonesia menunjukkan agresivitas dalam ekspansi global. PT Multi Citra Rasa (Rasa Group) memperluas jangkauannya dengan membidik pasar Amerika Serikat (AS), Australia, Korea Selatan, Jepang, dan kawasan Timur Tengah. Langkah strategis ini dilakukan setelah perusahaan berhasil memperkuat penetrasinya di pasar Asia Tenggara, termasuk Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Kamboja, dan Malaysia, sejak tahun 2024. Ekspansi tersebut akan diperkuat melalui peluncuran House of Rasa, yang berperan sebagai pusat inovasi dan kolaborasi F&B sekaligus etalase untuk merek-merek Indonesia di kancah internasional.CEO Rasa Group, Sherley Ruslie, menekankan bahwa pendekatan ekspansi mereka bukan sekadar mengekspor komoditas, melainkan membangun dan mengekspor 'brand' Indonesia. Produk unggulan seperti sirup bermerek Dripp telah diekspor ke Thailand dan Filipina dengan volume pengiriman mencapai belasan kontainer setiap bulan untuk masing-masing negara. Sementara itu, produk kopi perusahaan juga telah berhasil memasuki pasar China. Meskipun fokus pada ekspansi global, Indonesia tetap menjadi pasar utama, dengan pertumbuhan industri F&B di Asia Tenggara dinilai masih menawarkan peluang besar untuk pengembangan bisnis lebih lanjut.Subsektor kuliner merupakan kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif, mencapai sekitar 41 persen pada tahun 2025. Data dari Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa tiga subsektor utama, yaitu kuliner, fesyen, serta televisi dan radio/video, menyumbang sekitar 69,42 persen dari total PDB ekonomi kreatif nasional yang mencapai Rp 1.757,87 triliun pada tahun 2025, dengan pertumbuhan sebesar 6,86 persen. Di tengah tantangan seperti kenaikan biaya logistik, inflasi, dan harga bahan baku, Rasa Group optimistis menargetkan pertumbuhan pendapatan double digit hingga akhir tahun melalui perluasan pasar dan penguatan hilirisasi produk lokal.