Ilustrasi Pabrik Ford. Foto: seyephoto/ShutterstockKembali meniti bisnis otomotif di Indonesia, Ford dikabarkan semakin serius menggarap pasar domestik. Selain membawa lebih banyak produk baru, pabrikan tengah berencana memulai aktivitas produksi lokal dalam waktu dekat.Regional Director RMA Indonesia, Roelof Lamberts membenarkan wacana tersebut yang hingga kini masih terus dibahas dengan berbagai pihak terkait. Meski masih enggan membeberkan detailnya lebih jauh."Kita memiliki pembicaraan yang terus berjalan dengan semua stakeholders. Bahkan di Indonesia, dengan fasilitas perakitan juga pihak pemerintah untuk mempersiapkan perakitan lokal untuk produksi ke depan," buka Lamberts di Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/7/2026).Menyoal calon model perdana yang bakal lebih dahulu dibuat di dalam negeri, Lamberts bergeming. Dia hanya menjelaskan, segmen yang saat ini sedang tumbuh adalah jenis SUV atau model yang dapat terserap banyak di pasaran."Saya pikir, jika kita melihat segmen-segmen terbesar, tentu saja segmen SUV itu besar, masih berkembang. Itu adalah segmen yang kita lihat karena volume itu menentukan perakitan lokal," katanya."Sementara untuk segmen pick up sebenarnya cukup populer, namun untuk penggunaan pribadi masih belum. Makanya kita berharap dengan adanya Ranger yang varian baru ini bisa (dilihat) sebagai mobil yang bagus untuk harian," terang Lamberts.Sebelumnya, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza dalam unggahannya mengungkapkan rencana investasi Ford Motor Company lewat Ford-RMA Indonesia hingga tahun 2028 mendatang."Melalui ekspansi jaringan, peningkatan volume CBU, dan rencana perakitan lokal mulai 2028. Ford juga meminta masukan terkait arah kebijakan industri, investasi, perdagangan, dan fiskal yang akan memengaruhi roadmap bisnis mereka ke depan," tulis Faisol dalam unggahan akun Instagram (@faisolriza.id).Pabrik Ford. Foto: caranddriver.comDalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas isu strategis mulai dari penyesuaian regulasi produksi double cabin dan SUV, persyaratan CKD, pengujian tipe kendaraan, hingga perkembangan negosiasi tarif resiprokal Indonesia-AS.Faisol melanjutkan, Ford menyampaikan bahwa regulasi CKD saat ini masih menimbulkan tantangan bagi lini pick-up, sementara pemerintah pada prinsipnya mendukung langkah industrialisasi Ford dan siap meninjau ketentuan yang memerlukan pembaruan."Ford juga memaparkan roadmap impor CBU 2024-2027 serta rencana investasi perakitan lokal senilai Rp 75 miliar dan dukungan jaringan diler Rp 25 miliar," lanjutnya.Lokalisasi ini merupakan bagian dari strategi penting Ford di kawasan Asia Tenggara, karena akan memiliki ragam produk kendaraan untuk kawasan pada khususnya. Disinggung kepastiannya, Lamberts hanya berharap rencana tersebut segera terealisasi."Masih ada perjalanan jauh untuk mengungkap detailnya. Itu (produksi pada 2028) menjadi ekspektasi kita," pungkasnya.