Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengadakan konferensi pers saat bertemu Kanselir Jerman Olaf Scholz di Berlin, Jerman, Senin (11/3/2024). Foto: Liesa Johannssen/REUTERSPerdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, menyinggung skandal penipuan yang melibatkan startup akuakultur asal Indonesia, eFishery. Anwar menyatakan, kasus manipulasi laporan keuangan oleh eFishery untuk mendapatkan investasi telah merugikan KWAP (Kumpulan Wang Persaraan), sebuah lembaga pengelola dana pensiun PNS Malaysia. "Investasi di eFishery merupakan hasil dari penipuan yang direncanakan dengan matang, di mana manajemen perusahaan memanipulasi laporan keuangan untuk menipu KWAP," kata Anwar, yang juga menjabat Menteri Keuangan Malaysia, dikutip dari The Straits Times pada Sabtu (18/7).Anwar menjelaskan, keputusan investasi KWAP saat itu telah melalui proses due diligence dan tata kelola yang berlaku, termasuk laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor berakreditasi internasional.Selain itu konsorsium investor termasuk KWAP, juga telah melakukan uji tuntas independen untuk memastikan seluruh informasi yang diterima lengkap dan kredibel sebelum menyetujui investasi tersebut. Kantor eFishery di Jl. Malabar No. 37, Bandung. Foto: Linda Lestari/kumparanSelain KWAP, pendanaan eFishery juga diikuti sejumlah investor global lain seperti Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar. "Para investor ini juga memiliki proses penilaian investasi, tata kelola, dan pengendalian yang diakui secara internasional," kata Anwar dalam jawabannya kepada anggota parlemen, Wong Chen.Sebelumnya Wong Chen meminta penjelasan mengenai pertanggungjawaban dewan direksi, panel investasi, dan manajemen senior KWAP terkait persetujuan serta pengawasan investasi yang berujung pada kerugian dana pensiun PNS Malaysia.Menurut Anwar, setelah dugaan penipuan terungkap, konsorsium investor termasuk KWAP telah mengambil langkah hukum, melakukan upaya pemulihan dana, meninjau tata kelola internal, serta memperkuat sistem pengendalian investasi.KWAP juga evaluasi menyeluruh terhadap proses penilaian, persetujuan, dan pemantauan investasi. Hasil evaluasi telah disampaikan kepada dewan direksi untuk ditelaah, sebelum ditindaklanjuti sesuai prinsip tata kelola dan akuntabilitas lembaga."KWAP tetap berkomitmen mengelola dana pensiun pegawai negeri secara transparan, berintegritas, dan akuntabel. Berbagai perbaikan telah diterapkan untuk memperkuat perlindungan terhadap investasi di masa mendatang," ujar Anwar.Alat pakan otomatis eFishery di kolam ikan milik Adrianus Mario di Ciseeng, Kabupaten Bogor. Foto: Rinddy Seftyan/kumparanKWAP diketahui menginvestasikan dana sebesar RM 200 juta atau USD 47,7 juta (sekitar Rp 717,4 miliar dengan rata-rata nilai tukar Rupiah saat itu Rp 15.040 per USD) ke eFishery pada Juli 2023. Kala itu, eFishery digadang-gadang sebagai startup teknologi yang mampu memodernisasi industri budidaya ikan dan udang.Belakangan kasus manipulasi laporan keuangan terungkap dan menyeret pendiri sekaligus mantan CEO eFishery, Gibran Huzaifah. Pada April 2026, Pengadilan Negeri Bandung memvonis Gibran selama 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, terkait dugaan penggelapan dalam jabatan dan pencucian uang perusahaan medio 2020-2024.