GHAS Dibongkar Total, Andre Rosiade: Stadion Baru Ditarget Rampung Januari 2028

Wait 5 sec.

Andre Rosiade di Stadion Gelora Haji Agus Salim (GHAS) Padang. Foto: IstimewaStadion Gelora Haji Agus Salim (GHAS) Padang resmi memasuki tahap pembongkaran total sebagai bagian dari proyek pembangunan stadion baru berstandar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Pembongkaran ditargetkan rampung pada Agustus 2026, sementara pembangunan fisik dijadwalkan dimulai September 2026 dan selesai paling lambat Januari 2028.Kepastian itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade saat meninjau langsung progres pekerjaan di GHAS bersama Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Wilayah Sumatera Barat Rifi Firdaus, Direktur Utama PT Hutama Karya Kuntjoro, serta jajaran terkait di Padang, Selasa (14/7/2026).“Hari ini kami didampingi Kasatker Pak Rifi dan Direktur Utama Hutama Karya. Hutama Karya bersama Adhi Karya ditunjuk sebagai Kerja Sama Operasi (KSO). Targetnya pembongkaran selesai pada Agustus. Untuk keseluruhan pembangunan ditargetkan selesai Januari 2028,” kata Andre yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM), dalam rilisnya, Selasa (14/7).Andre menjelaskan, berdasarkan kajian teknis Kementerian PU, bangunan Stadion Haji Agus Salim sudah tidak layak hanya direnovasi. Selain telah berusia puluhan tahun, stadion tersebut juga mengalami dampak gempa besar pada 2009 dan belum pernah menjalani rehabilitasi menyeluruh. Karena itu, pemerintah memutuskan membangun stadion baru dari nol.“Pembangunannya bukan sekadar renovasi, tetapi rekonstruksi total agar stadion memenuhi standar yang dipersyaratkan AFC,” ujarnya.Stadion baru itu diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 340 miliar hingga Rp 400 miliar. Nantinya, GHAS akan memiliki kapasitas sekitar 15 ribu penonton dengan seluruh tribun menggunakan kursi tunggal (single seat). Sejumlah fasilitas modern juga akan dibangun, di antaranya royal box, lounge, kantor Asprov PSSI Sumatera Barat, ruang media, hingga toko merchandise.Andre juga menanggapi usulan agar desain stadion menggunakan bentuk gonjong khas Minangkabau. Menurutnya, desain yang digunakan saat ini telah disusun berdasarkan usulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sejak tahap awal perencanaan sehingga tidak memungkinkan lagi dilakukan perubahan.“Permintaan soal gonjong itu biasa saja. Tetapi yang perlu diketahui publik, desain stadion ini sesuai dengan permintaan Pemprov saat awal perencanaan. Tidak ada desain bergonjong. Namun unsur Minangkabau sudah dimasukkan. Kalau sekarang desain diubah mengikuti permintaan Pak Wakil Gubernur, itu tidak mungkin dilakukan karena bisa menghambat pembangunan. Seharusnya usulan itu disampaikan sejak awal,” katanya.Andre menegaskan, pembangunan kembali Stadion Haji Agus Salim merupakan hasil komunikasi intensif dan perjuangannya bersama pemerintah pusat agar Sumatera Barat mendapatkan alokasi anggaran pembangunan stadion berstandar nasional.“Ini adalah inisiasi kami sebagai anggota DPR RI untuk merestrukturisasi stadion ini. Pembangunan ini merupakan hasil lobi kami sehingga Sumatera Barat mendapatkan anggaran untuk membangun kembali Stadion Haji Agus Salim,” tegasnya.Sementara itu, Direktur Utama PT Hutama Karya Kuntjoro menyampaikan apresiasi kepada Andre Rosiade yang dinilainya berperan besar menginisiasi pembangunan kembali stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut.“Terima kasih kepada Pak Andre yang telah menginisiasi pembangunan kembali Stadion Agus Salim Padang. Alhamdulillah, Kementerian PU telah menunjuk Hutama Karya bersama Adhi Karya untuk melaksanakan proyek ini,” ujar Kuntjoro.Ia mengatakan, Hutama Karya bersama PT Adhi Karya akan mengerjakan proyek melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan masa pelaksanaan selama 16 bulan.“Kami merencanakan waktu pelaksanaan selama 16 bulan. Insya Allah pekerjaan bisa dimulai pada September. Dengan begitu, target penyelesaian pada akhir Desember 2027 atau paling lambat Januari 2028,” katanya.Selama proses pembangunan berlangsung, Semen Padang FC dipastikan akan menggunakan stadion alternatif sebagai kandang hingga Stadion Gelora Haji Agus Salim yang baru selesai dibangun dan siap dioperasikan.