Suasana groundbreaking peternakan susu PT Global Dairi Bersama di Brebes, Jawa Tengah pada Senin (20/7). Foto: Argya Maheswara/kumparanMenteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking peternakan sapi perah terpadu di Brebes, Jawa Tengah milik PT Global Dairi Bersama (GDB) yang merupakan bagian dari Savoria Group. Peternakan tersebut akan menjadi yang terbesar di Indonesia. Amran menilai kontribusi pengusaha di sektor susu memang penting. Nantinya peternakan GDB tersebut bisa berkontribusi hingga 20 persen dari kebutuhan nasional.“Kami bangga putra terbaik bangsa membangun untuk industri susu. Ini kita nanti-nantikan dan ini adalah harapan Bapak Presiden Republik Indonesia. Ini produksi bisa mencapai 180.000 ton per tahun. Nah ini bisa memenuhi sama dengan 20 persen dari produksi nasional,” kata Amran usai groundbreaking peternakan susu PT Global Dairi Bersama di Brebes, Jawa Tengah pada Senin (20/7).Peternakan tersebut akan berdiri di lahan seluas mencapai 710 hektare yang akan menjadi sentra agribisnis dan klaster peternakan. Sementara untuk kapasitas tampung, peternakan tersebut nantinya bisa menampung 30.000 ekor sapi perah berkualitas unggul atau 33 persen dari total populasi sapi perah di Jawa Tengah.Rancangan peternakan susu PT Global Dairi Bersama di Brebes, Jawa Tengah pada Senin (20/7). Foto: Argya Maheswara/kumparanDengan luasan dan kapasitas tersebut, CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri menegaskan peternakan GDB memang akan menjadi yang terbesar di Indonesia.“Di atas lahan tempat kita berada hari ini. Sebentar lagi kita akan melakukan peletakan batu pertama untuk didirikan peternakan sapi berkelas dunia yang terbesar se-Indonesia,” ujarnya.Ia juga menjelaskan jenis peternakan yang dibangun merupakan peternakan terbuka. Hal itu juga didukung dengan pengendalian suhu yang bisa mengatasi permasalahan yang selama ini banyak dialami oleh sapi perah jenis friesian holstein.“Salah satu masalah utama dari jenis sapi friesian holsteinstain adalah panas, heat stress. Kalau sapinya stres, produksi turun. Maka kami adalah satu-satunya bersama peternakan sapi di Subang, kandangnya terbuka seperti ini. Jadi sapinya tidak ditutup, matahari bisa masuk, udara bisa sirkular, tapi ada cooling system di dalamnya untuk membantu sapi mengurangi heat stress ini,” ujar Ihsan.Sebagai peternakan terpadu, ia juga menjelaskan nantinya operasional peternakan juga akan ditopang oleh teknologi berbasis digital (IoT). Salah satunya penggunaan kalung ID untuk pemantauan sapi.“Dan tiap sapi ada ID supaya kita bisa mengukur kualitas dari susunya,” kata Ihsan.Groundbreaking peternakan susu PT Global Dairi Bersama di Brebes, Jawa Tengah pada Senin (20/7). Foto: Argya Maheswara/kumparanUntuk produksi, peternakan tersebut memiliki target kapasitas produksi hingga 180.000 ton susu segar per tahun. Angka itu setara dengan 18 persen kontribusi total Produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) nasional secara keseluruhan.Dengan kapasitas tersebut, produksi susu dari peternakan milik GDB bisa mendongkrak kapasitas produksi susu Jawa Tengah hingga dua setengah kali lipat.“Dengan ini peringkat Jawa Tengah akan naik peringkat menjadi kedua pemasok susu segar terbesar di Indonesia,” ujar Ihsan.Sementara terkait operasional, Ihsan menarget sapi-sapi tersebut bisa didatangkan pada awal tahun 2028 agar operasional juga bisa dimulai.Selain Amran, groundbreaking ini dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma. Suasana groundbreaking peternakan susu PT Global Dairi Bersama di Brebes, Jawa Tengah pada Senin (20/7). Foto: Argya Maheswara/kumparan