5 Kandungan Berbahaya yang Perlu Diwaspadai dalam Produk Kecantikan

Wait 5 sec.

Ilustrasi Skincare. Foto: ShutterstockBaru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menemukan sejumlah produk kecantikan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang melalui pengawasan triwulan II tahun 2026.Selain itu, BPOM juga menemukan 127.765 pieces kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan dengan nilai ekonomi mencapai Rp 35,8 miliar. Dari jumlah tersebut, terdapat kosmetik ilegal (86,83%), kosmetik impor tanpa surat keterangan impor (12,58%), kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau bahan yang dilarang (0,32%), serta kosmetik yang tidak memenuhi definisi kosmetik sesuai ketentuan (0,27%).Kosmetik yang dinyatakan berbahaya teridentifikasi memiliki kandungan yang dilarang oleh BPOM karena dapat membahayakan masyarakat. Apa saja itu? Mari simak dalam artikel berikut ini, Ladies!1. MerkuriIlustrasi Merkuri. Foto: Shutter Stock Merkuri pernah eksis pada abad ke-16 untuk mendapatkan wajah seputih salju. Namun, merkuri merupakan jenis logam berat beracun yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Tak hanya kulit, tapi juga dapat membahayakan ginjal.“Merkuri dapat mengakibatkan munculnya bintik-bintik hitam pada kulit, iritasi kulit, hingga kerusakan ginjal,” ujar Taruna Ikrar, Kepala BPOM.2. HidrokuinonWalaupun dapat mencerahkan kulit dalam waktu yang cepat, hidrokuinon merupakan obat keras yang penggunaannya dilarang oleh BPOM sejak 2008. Kandungan ini memiliki nama lain yang perlu diwaspadai dalam ingredients produk kecantikan: Benzene-1,4-diol, 1,4-benzenediol, Quinol, 1,4-Dihydroxybenzene, p-Benzenediol, p-Hydroquinone, p-Hydroxyphenol, 4-Hydroxyphenol, p-Dioxybenzene, Benzoquinol, Hydroquinol, Dihydroquinone, Artra, Beta-quinol, Eldopaque, Eldoquin, Tequinol.“Hidrokuinon berpotensi menyebabkan hiperpigmentasi, ochronosis atau perubahan warna kulit berupa bintik-bintik hitam, serta perubahan warna kornea mata,” jelas Taruna.3. Asam RetinoatIlustrasi krim produk kecantikan. Foto: ShutterstockAsam retinoat atau tretinoin merupakan zat aktif dari vitamin A yang dapat merangsang pembentukan sel kulit baru. Biasanya kandungan ini digunakan dalam produk untuk mengatasi jerawat dan mencegah penuaan. Meski demikian, bahan ini cukup keras dan memiliki efek negatif pada kulit. Selain itu, asam retinoat dapat membahayakan janin pada ibu hamil“Asam retinoat dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, serta perubahan bentuk organ janin pada wanita hamil,” ujar Taruna.4. Pewarna Merah K10Pewarna merah K10 harusnya hanya digunakan untuk bahan tekstil, kertas, atau kayu. Namun, bahan ini disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk bahan produk kecantikan, seperti produk lipstik, perona pipi, atau perona mata.“Pewarna Merah K10 berpotensi menyebabkan kanker,” jelas Taruna.Selain itu, sifat karsinogenik dalam kandungan ini juga dapat mengganggu fungsi hati.5. Klobetasol PropionatIlustrasi produk kosmetik. Foto: Andisusanto/ShutterstockKlobetasol propionat merupakan kandungan yang bersifat keras dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Kandungan ini umumnya diresepkan untuk mengatasi berbagai penyakit kulit, seperti eksim, psoriasis, dan dermatitis. Namun, penggunaannya dalam produk kosmetik yang dijual bebas dilarang karena berisiko membahayakan kesehatan."Klobetasol propionat dapat menyebabkan atrofi kulit atau penipisan kulit," ungkap Taruna.Lebih parah, kandungan ini berpotensi menyebabkan psoriasis pustular—autoimun pada kulit yang ditandai dengan munculnya lepuhan berisi nanah pada kulit.Melihat masih adanya kosmetik berbahaya yang beredar di masyarakat, Taruna pun mengimbau masyarakat untuk melakukan cek KLIK—metode dari BPOM untuk mengecek produk kecantikan dengan cara melihat kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membelinya.Jadi, tetap waspada, ya, Ladies!