Harga Emas Antam Hari Ini 14 Juli 2026 Turun Rp20.000, Cek Daftar Harga Logam Mulia Terbaru

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Berdasarkan pembaruan resmi pukul 08.30 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram turun Rp20.000 menjadi Rp2.615.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya.Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga mengalami penurunan cukup signifikan sebesar Rp43.000, sehingga berada di level Rp2.352.000 per gram.Pergerakan harga emas ini menjadi perhatian investor, termasuk masyarakat di Kalimantan Timur, yang menjadikan logam mulia sebagai salah satu instrumen investasi jangka panjang maupun lindung nilai (safe haven).Harga Emas Antam Hari Ini Dipengaruhi Konflik Timur TengahPenurunan harga emas terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah muncul laporan mengenai langkah AS memperketat pengawasan jalur pelayaran menuju pelabuhan-pelabuhan Iran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga mengumumkan kebijakan terkait Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran pasar global.Situasi tersebut mendorong harga minyak dunia melonjak tajam. Harga minyak Brent bahkan ditutup menguat sekitar 10,72 persen menjadi US$84,17 per barel.Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini memunculkan ekspektasi bahwa bank sentral, terutama Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.Berdasarkan data CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan September meningkat menjadi 51,3 persen, naik dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 46,2 persen.Suku bunga yang tinggi umumnya membuat investasi emas menjadi kurang menarik karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, 14 Juli 2026BeratHarga DasarHarga Setelah PPh 0,25%0,5 gramRp1.357.500Rp1.360.8941 gramRp2.615.000Rp2.621.5382 gramRp5.170.000Rp5.182.9253 gramRp7.730.000Rp7.749.3255 gramRp12.850.000Rp12.882.12510 gramRp25.645.000Rp25.709.11325 gramRp63.987.000Rp64.146.96850 gramRp127.895.000Rp128.214.738100 gramRp255.712.000Rp256.351.280250 gramRp639.015.000Rp640.612.538500 gramRp1.277.820.000Rp1.281.014.5501.000 gramRp2.555.600.000Rp2.561.989.000Produk Edisi KhususSelain emas batangan reguler, Antam juga menawarkan berbagai produk edisi khusus:Gift Series — 0,5 gram: Rp1.427.500 (Rp1.431.069 setelah PPh 0,25%); 1 gram: Rp2.765.000 (Rp2.771.913 setelah pajak)Emas Selamat Idul Fitri — 5 gram: Rp13.823.000 (Rp13.857.558 setelah PPh 0,25%)Emas Imlek — 8 gram: Rp21.774.800 (Rp21.829.237 setelah pajak); 88 gram: Rp236.817.600 (Rp237.409.644 setelah PPh 0,25%)Emas Batik Seri III — 10 gram: Rp26.650.000 (Rp26.716.625 setelah PPN 1,65%); 20 gram: Rp52.500.000 (Rp52.631.250 setelah PPN)Perak AntamPerak Murni — 250 gram: Rp10.125.000 (Rp11.238.750 termasuk PPN 11%); 500 gram: Rp19.450.000 (Rp21.589.500 setelah PPN)Perak Heritage — 31,1 gram: Rp1.757.564 (Rp1.950.896 setelah PPN 11%); 186,6 gram: Rp9.424.036 (Rp10.460.680 setelah pajak)Liontin Batik Seri III — 8 gram: Rp17.275.456 dasar; Rp17.560.501 setelah PPN 1,65%, atau Rp17.508.675 bagi pembeli dengan PPN 1,1% + PPh Pasal 22 sebesar 0,25%Fluktuasi harga emas Antam dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral, hingga perkembangan geopolitik internasional. Bagi investor maupun masyarakat yang berencana membeli atau menjual logam mulia, memantau pergerakan harga emas setiap hari menjadi langkah penting untuk menentukan waktu transaksi yang tepat. Calon investor juga disarankan menyesuaikan strategi investasinya dengan kondisi pasar dan tujuan keuangan jangka panjang.DYOR (Do Your Own Research): BorneoFlash.com menyajikan informasi harga emas sebagai referensi bagi pembaca. Kami tidak merekomendasikan untuk membeli, menjual, atau menahan emas maupun instrumen investasi lainnya. Seluruh keputusan investasi merupakan tanggung jawab masing-masing investor setelah melakukan riset dan analisis secara mandiri.