Sosok pikap impor India, Mahindra Scorpio PIK UP 4x4 terparkir di kantor PT Agrinas Pangan Nusantara, Cawang, Jakarta. Foto: Arya Ahyani Fadianur/kumparanRencana audit pengadaan mobil pikap impor untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Selasa (14/7). Berita yang paling banyak dibaca lainnya ialah penunjukan Prasabri Pesti sebagai Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Purbaya: Pengadaan Impor Mobil Pikap Kopdes Merah Putih Bakal DiauditMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan impor mobil pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Purbaya menyatakan pembayaran hanya akan dilakukan setelah proses audit menyeluruh selesai dan memenuhi semua ketentuan. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap sorotan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menduga ada selisih harga signifikan dalam proyek pengadaan tersebut."Itu nanti diaudit...saya bayar yang diaudit aja,” ucap Purbaya kepada awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/7).Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengikuti rapat kerja dengan Banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi AdhaBendahara Negara itu menepis anggapan pemerintah akan langsung membayar seluruh pengadaan kendaraan. Menurutnya, pembayaran hanya dilakukan setelah proses audit selesai dan penyedia mengajukan tagihan."Begitu diaudit, lolos, baru dia nagih ke saya, saya bayar. Jadi saya secure, aman," kata Purbaya.Proyek pengadaan 105.000 unit mobil pikap ini dijalankan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dengan pembiayaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), di mana pemerintah menjamin cicilan pinjaman tersebut melalui APBN.Nilai pengadaan kendaraan niaga ini diperkirakan mencapai Rp 24,66 triliun. Pemerintah berencana membayar cicilan pinjaman secara bertahap selama enam tahun, dengan kewajiban Kemenkeu sebesar Rp 40 triliun setiap tahun. Pekerja memasukan paket yang akan dikirim di Kantor PT Pos Indonesia (Persero) Regional 3 Bandung, Jawa Barat, Senin (16/3/2026). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTOPrasabri Pesti Ditunjuk Jadi Plt Direktur Utama PT Pos IndonesiaPT Pos Indonesia (Persero) resmi menunjuk Prasabri Pesti sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama, efektif sejak 30 Juni 2026. Penunjukan ini dilakukan menyusul pengunduran diri Daud Joseph dari jabatan Direktur Utama. Dalam struktur baru, Prasabri Pesti akan merangkap jabatan sebagai Direktur Transformasi dan IT, sementara tidak ada perubahan pada jajaran direksi lainnya.Selain perubahan di jajaran direksi, terdapat pula penunjukan dua komisaris baru, Idham Malik dan Fifi Aleyda Yahya, yang menggantikan Gunawan Hutagalung dan I Gede Made Kartika. Jajaran Dewan Komisaris kini lengkap dengan Muhammad Budi Djatmiko sebagai Komisaris Utama, Fauzi Baadila, Robben Rico, dan Riden Hatam Aziz sebagai Komisaris. Museum Pos Indonesia. Foto: Poetra.RH/ShutterstockCorporate Secretary Iwan Gunawan memastikan pengunduran diri Daud Joseph murni karena keinginan dan pertimbangan pribadi, serta menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Daud selama memimpin perusahaan.Prasabri Pesti membawa latar belakang pendidikan yang kuat dengan gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Padjadjaran, Magister Manajemen (MBA) dari Universitas Gadjah Mada, dan teknik elektro dari Sekolah Tinggi Teknik Telekomunikasi. Karirnya didominasi oleh pengalaman di PT Telkom Indonesia. Ia pernah memegang posisi strategis seperti Head of Digital Vertical Ecosystem, Executive Vice President, dan Executive General Manager Telkom Regional II. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT PINS Indonesia dan telah meraih berbagai penghargaan prestisius, termasuk Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia.